KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chery Group menutup tahun 2025 dengan membukukan penjualan kumulatif mencapai 2.806.393 unit sepanjang Januari-Desember 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, Chery Automobile Co., Ltd. mencatatkan penjualan sebesar 2.631.381 unit, tumbuh 8% secara tahunan. Mengutip siaran pers yang diterima
Kontan.co.id pada Minggu (18/1), ekspor Chery Group tercatat sebesar 1.344.020 unit, naik 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, ekspor Chery kini telah mencapai 5,85 juta unit, mencetak tiga rekor bagi produsen otomotif Tiongkok rekor ekspor bulanan, tahunan, dan kumulatif.
Baca Juga: MASA Nilai Prospek Industri Ban 2026 Masih Menantang, Segmen Replacement Jadi Andalan “Chery juga mempertahankan posisinya sebagai eksportir mobil penumpang terbesar Tiongkok selama 23 tahun berturut-turut,” ungkap Manajemen Chery Group, dalam keterangannya.
Penjualan kendaraan energi baru (NEV) Chery Group tercatat mencapai 903.847 unit pada periode ini , meningkat signifikan sebesar 54,9% secara tahunan.
Sementara untuk penjualan Chery di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat kuat, seiring dengan strategi produk dan layanan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Indonesia serta konsisten dengan arah strategi global Chery. Berdasarkan data GAIKINDO, Chery mencatat peningkatan signifikan baik pada penjualan retail maupun wholesale. Pada segmen retail sales (RS), penjualan unit Chery sepanjang 2025 melonjak hingga 126% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan
wholesale (WS) turut mencatatkan kenaikan sebesar 111%, mencerminkan kepercayaan pasar dan jaringan distribusi yang terus menguat. Selain memimpin skala ekspor, Chery mempercepat penetrasi ke pasar dengan regulasi tinggi seperti Eropa. Hingga kini, Chery telah memasuki 15 negara Eropa, termasuk Inggris, Spanyol, dan Italia.
“Sebagai merek otomotif Tiongkok pertama yang merealisasikan produksi lokal di Eropa, proyek kolaborasi Chery di Spanyol mendapat apresiasi luas sebagai model kerjasama Tiongkok-Spanyol,” jelas Manajemen Chery Group.
Chery juga berfokus pada teknologi masa depan dengan membangun
second growth curve melalui ekosistem pengguna meliputi suku cadang, pembiayaan, langganan perangkat lunak, hingga energi hijau serta
third growth curve berbasis teknologi inti seperti robotaxi dan robot humanoid.
Baca Juga: SNI Jadi Salah Satu Upaya Pemerintah Perkuat Daya Saing Industri Pupuk Nasional Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News