KONTAN.CO.ID – TOKYO. Toyota Motor Corp diperkirakan mulai membalikkan tekanan laba setelah enam kuartal berturut-turut mengalami penurunan kinerja. Pelemahan yen dan meningkatnya permintaan kendaraan hybrid menjadi penopang utama produsen otomotif asal Jepang tersebut, meski penjualan di China dan Timur Tengah masih lesu. Toyota juga berpeluang meningkatkan laba karena perusahaan tidak lagi menanggung beban biaya tarif impor Amerika Serikat (AS) seperti yang menekan kinerja pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan median estimasi sembilan analis yang disurvei LSEG, Toyota diperkirakan mencetak laba operasional sebesar 992 miliar yen atau sekitar US$ 6,3 miliar pada kuartal III-2026. Angka tersebut melonjak 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan perusahaan diproyeksikan tumbuh 8% menjadi 13,4 triliun yen.
Penjualan Hybrid Menguat, Toyota Berpeluang Cetak Kenaikan Laba
KONTAN.CO.ID – TOKYO. Toyota Motor Corp diperkirakan mulai membalikkan tekanan laba setelah enam kuartal berturut-turut mengalami penurunan kinerja. Pelemahan yen dan meningkatnya permintaan kendaraan hybrid menjadi penopang utama produsen otomotif asal Jepang tersebut, meski penjualan di China dan Timur Tengah masih lesu. Toyota juga berpeluang meningkatkan laba karena perusahaan tidak lagi menanggung beban biaya tarif impor Amerika Serikat (AS) seperti yang menekan kinerja pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan median estimasi sembilan analis yang disurvei LSEG, Toyota diperkirakan mencetak laba operasional sebesar 992 miliar yen atau sekitar US$ 6,3 miliar pada kuartal III-2026. Angka tersebut melonjak 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan perusahaan diproyeksikan tumbuh 8% menjadi 13,4 triliun yen.