KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh Stargazer Carstensz yang berkontribusi lebih dari 75% terhadap total penjualan Hyundai di Indonesia. Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah tekanan industri otomotif, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga hingga persaingan dengan merek-merek baru. “Jadi yang pertama bahwa Hyundai dari market yang tumbuh kita bisa tetap grow sebesar 15%. Jadi kalau ditanya kira-kira jualannya sekarang berapa, ya kira-kira 1.500 level. Nah, padahal pressure-nya sangat-sangat kuat. Bahkan ada pemain-pemain baru yang memperkenalkan model baru. Tapi kita coba bertahan,” ujar Frans dalam paparan Hyundai Media Update Road to GAW 2026, Kamis (5/11/2026). Baca Juga: Hyundai Perkuat Segmen Hybrid, Sejumlah Produk Baru Segera Meluncur Salah satu penopang penjualan Hyundai berasal dari Stargazer Carstensz. Model ini menjadi kontributor terbesar perusahaan dengan sumbangan lebih dari 75% terhadap total penjualan. “Dan next, ini adalah kontributor terbesar daripada Hyundai saat ini. Jadi Stargazer Carstensz itu sekarang kontribusinya bisa melebihi daripada 75% dari total penjualan kita,” kata Frans. Penjualan Stargazer Carstensz juga terdorong oleh penyesuaian harga atau repricing yang dilakukan pada Juli 2026. Sebelum penyesuaian tersebut, penjualan model ini berada di kisaran 600 unit hingga 700 unit. Frans memaparkan, strategi tersebut membuat penjualan Stargazer Carstensz meningkat dan mampu bertahan di atas 1.000 unit selama empat bulan berturut-turut. “Nah, dari repricing itu kita bisa mempertahankan angkanya dari 600-700 sekarang udah di atas 1.000. Jadi 1.000, 1.200, 1.100, 1.000 lebih sedikit, tapi 1.000 maintain terus dan kita yakin itu akan tetap 1.000,” ungkapnya. Dari sisi persaingan regional, Stargazer menempati posisi kedua di segmen MPV wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Posisi serupa juga dicatatkan Hyundai di Bangka Belitung. Sementara itu, model Creta mencatatkan pangsa pasar sebesar 26,3% sepanjang Januari-September 2026. Frans menyebut capaian tersebut menempatkan Creta di posisi pertama pada segmennya. “Creta kita tahu bahwa di segmen tersebut banyak sekali pemain-pemain baru yang masuk dengan pilihan powertrain. Tapi kami mengambil sikap bahwa untuk combustion engine, Creta harus tetap nomor satu. Jadi itu dibuktikan dengan bahwa Creta tetap nomor satu dari Januari sampai bulan September dengan market share sekitar 26,3%,” jelasnya. Di segmen kendaraan premium, Palisade mencatatkan pangsa pasar hampir 40% di kategori SUV E dan F. Adapun penjualan Santa Fe tumbuh lebih dari 30%. “Jadi Palisade itu ya nomor satu di segmen SUV E dan F, dan market share-nya hampir menyentuh 40%. Kemudian Santa Fe juga tidak diam. Santa Fe juga memberikan kontribusi yang positif. Jadi kalau kita lihat Santa Fe juga sales growth-nya juga di atas 30%,” ujar Frans. Untuk menjaga kinerja penjualan, Hyundai menerapkan strategi balanced powertrain dengan menyediakan pilihan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Frans menjelaskan, perusahaan perlu menyesuaikan pilihan produk dengan perkembangan pasar. “Jadi kita melihat bahwa market itu berkembang. Kita harus melihat bagaimana kebutuhan konsumen, kemudian kita juga harus menyediakan pilihan produk yang sesuai,” katanya.
Penjualan Hyundai Indonesia Tumbuh 15% pada 2026, Ini Penopangnya
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh Stargazer Carstensz yang berkontribusi lebih dari 75% terhadap total penjualan Hyundai di Indonesia. Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah tekanan industri otomotif, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga hingga persaingan dengan merek-merek baru. “Jadi yang pertama bahwa Hyundai dari market yang tumbuh kita bisa tetap grow sebesar 15%. Jadi kalau ditanya kira-kira jualannya sekarang berapa, ya kira-kira 1.500 level. Nah, padahal pressure-nya sangat-sangat kuat. Bahkan ada pemain-pemain baru yang memperkenalkan model baru. Tapi kita coba bertahan,” ujar Frans dalam paparan Hyundai Media Update Road to GAW 2026, Kamis (5/11/2026). Baca Juga: Hyundai Perkuat Segmen Hybrid, Sejumlah Produk Baru Segera Meluncur Salah satu penopang penjualan Hyundai berasal dari Stargazer Carstensz. Model ini menjadi kontributor terbesar perusahaan dengan sumbangan lebih dari 75% terhadap total penjualan. “Dan next, ini adalah kontributor terbesar daripada Hyundai saat ini. Jadi Stargazer Carstensz itu sekarang kontribusinya bisa melebihi daripada 75% dari total penjualan kita,” kata Frans. Penjualan Stargazer Carstensz juga terdorong oleh penyesuaian harga atau repricing yang dilakukan pada Juli 2026. Sebelum penyesuaian tersebut, penjualan model ini berada di kisaran 600 unit hingga 700 unit. Frans memaparkan, strategi tersebut membuat penjualan Stargazer Carstensz meningkat dan mampu bertahan di atas 1.000 unit selama empat bulan berturut-turut. “Nah, dari repricing itu kita bisa mempertahankan angkanya dari 600-700 sekarang udah di atas 1.000. Jadi 1.000, 1.200, 1.100, 1.000 lebih sedikit, tapi 1.000 maintain terus dan kita yakin itu akan tetap 1.000,” ungkapnya. Dari sisi persaingan regional, Stargazer menempati posisi kedua di segmen MPV wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Posisi serupa juga dicatatkan Hyundai di Bangka Belitung. Sementara itu, model Creta mencatatkan pangsa pasar sebesar 26,3% sepanjang Januari-September 2026. Frans menyebut capaian tersebut menempatkan Creta di posisi pertama pada segmennya. “Creta kita tahu bahwa di segmen tersebut banyak sekali pemain-pemain baru yang masuk dengan pilihan powertrain. Tapi kami mengambil sikap bahwa untuk combustion engine, Creta harus tetap nomor satu. Jadi itu dibuktikan dengan bahwa Creta tetap nomor satu dari Januari sampai bulan September dengan market share sekitar 26,3%,” jelasnya. Di segmen kendaraan premium, Palisade mencatatkan pangsa pasar hampir 40% di kategori SUV E dan F. Adapun penjualan Santa Fe tumbuh lebih dari 30%. “Jadi Palisade itu ya nomor satu di segmen SUV E dan F, dan market share-nya hampir menyentuh 40%. Kemudian Santa Fe juga tidak diam. Santa Fe juga memberikan kontribusi yang positif. Jadi kalau kita lihat Santa Fe juga sales growth-nya juga di atas 30%,” ujar Frans. Untuk menjaga kinerja penjualan, Hyundai menerapkan strategi balanced powertrain dengan menyediakan pilihan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Frans menjelaskan, perusahaan perlu menyesuaikan pilihan produk dengan perkembangan pasar. “Jadi kita melihat bahwa market itu berkembang. Kita harus melihat bagaimana kebutuhan konsumen, kemudian kita juga harus menyediakan pilihan produk yang sesuai,” katanya.