Penjualan iPhone 18 Pro Naik 3,1% Global, China Jadi Pendorong Utama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan global iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menunjukkan pertumbuhan pada tiga pekan pertama setelah peluncuran. Namun, kinerja kedua model tersebut belum merata di seluruh pasar, dengan China menjadi pendorong utama di tengah pelemahan penjualan di Amerika Serikat dan Jepang.

Berdasarkan riset Counterpoint Research, penjualan global seri iPhone 18 Pro dalam tiga pekan pertama setelah peluncuran meningkat 3,1% dibandingkan penjualan seri iPhone 17 Pro pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Counterpoint menyebut, kedua model tersebut mencatatkan kinerja yang kuat di sejumlah pasar, terutama China dan India. Sebaliknya, penjualan di beberapa pasar lainnya cenderung lebih moderat sehingga mengawali peluncuran dengan hasil yang beragam.


China menjadi pasar dengan pertumbuhan penjualan tertinggi. Penjualan seri iPhone 18 Pro di negara tersebut melonjak 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Mercedes-Benz Pangkas Target Margin Laba 2026, Pasar China Melemah

Pertumbuhan ini didukung oleh ketersediaan stok awal iPhone 18 Pro yang lebih besar dibandingkan stok iPhone 17 Pro saat peluncuran tahun sebelumnya. Selain itu, kenaikan harga sejumlah ponsel flagship Android dari produsen asal China turut mendorong permintaan terhadap iPhone terbaru.

Menurut Counterpoint, tanpa kontribusi pasar China, pertumbuhan penjualan global iPhone 18 Pro akan jauh lebih rendah.

Di sisi lain, penjualan di Amerika Serikat dan Jepang justru mengalami penurunan. Penjualan seri iPhone 18 Pro di Amerika Serikat turun 4% secara tahunan, sedangkan di Jepang merosot 27%.

Counterpoint menilai, harga model terbaru yang lebih mahal dibandingkan pendahulunya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permintaan di kedua negara tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus US$ 116 per Barel

Di Amerika Serikat, konsumen dinilai belum melihat peningkatan fitur maupun perubahan desain yang cukup signifikan untuk membenarkan kenaikan harga. Kondisi ini membuat daya tarik model terbaru relatif terbatas dibandingkan generasi sebelumnya.

Sementara itu, di Jepang, permintaan melemah karena pergerakan nilai tukar turut memperbesar kenaikan harga iPhone 18 Pro bagi konsumen setempat.

Dari sisi kontribusi penjualan antar-model, iPhone 18 Pro Max menyumbang 56% dari total penjualan seri iPhone 18 Pro dalam tiga pekan pertama setelah peluncuran.

Porsi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan kontribusi iPhone 17 Pro Max yang mencapai 57% terhadap total penjualan seri iPhone 17 Pro pada periode yang sama tahun sebelumnya.