Penjualan Itama Ranoraya (IRRA) Turun 42,89% Pada 2022, Ini Pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bidang peralatan kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mencatat penurunan penjualan neto pada tahun 2022.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Itama Ranoraya mencetak penjualan neto sebesar Rp 753,57 miliar sepanjang tahun 2022. Angka itu turun 42,89% daripada realisasi penjualan neto pada tahun 2021 yang mencapai Rp 1,31 triliun. 

Penurunan kinerja penjualan IRRA utamanya disebabkan oleh berkurangnya pendapatan dari rapid test covid sebesar 71%, dari sebelumnya Rp 939,71 miliar di tahun 2021, menjadi hanya Rp 272,56 miliar pada tahun lalu. 


Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) Berencana Lakukan Buyback Saham, Berapa Dana yang Disiapkan?

Dari sisi jenis pelanggan, penjualan neto IRRA selama tahun 2022 meliputi penjualan kepada pihak berelasi sebesar Rp 7,82 miliar dan penjualan kepada pihak ketiga sebesar Rp 745,74 miliar. 

Pada saat yang sama, beban pokok penjualan IRRA juga turun 45,15%, dari sebelumnya Rp 1,08 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 594,35 miliar pada tahun 2022. 

Dengan hasil tersebut, IRRA mencetak laba kotor sebesar Rp 159,21 miliar per akhir Desember 2022. Angka itu menyusut dari laba kotor pada tahun 2021 yang mencapai Rp 236,01 miliar.

Di sisi lain, URRA mampu memangkas beban penjualan hingga 52,53%. Pada tahun 2022 beban penjualan IRRA hanya sebesar Rp 24,78 miliar, sedangkan pada tahun 2021 angkanya mencapai Rp 52,22 miliar. 

Baca Juga: Siapkan Dana Rp 50 Miliar, Itama Ranoraya (IRRA) Berencana Lakukan Buyback Saham

Sebaliknya, beban umum dan administrasi membengkak 72,50% menjadi Rp 59,36 miliar di sepanjang tahun lalu. 

Alhasil, laba tahun berjalan IRRA turun sebesar 57,19%. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 48 miliar pada tahun 2022, sedangkan di tahun 2021 mencapai Rp 112,15 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi