Penjualan Kendaraan LCGC Menurun, Toyota Astra Motor Ungkap Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penjualan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) mengalami penurunan hingga 22,9% yoy pada periode Januari hingga Mei 2026. Penjualan kendaraan LCGC saat ini hanya tembus 46.055 unit, padahal pada periode yang sama tahun lalu penjualan mencapai 59.737 unit.

Head of Public Relation & Motorsport PT Toyota Astra Motor (TAM) Philardi Sobari mengatakan bahwa penurunan penjualan kendaraan LCGC karena pengaruh kondisi perekonomian Indonesia yang masih penuh dengan tantangan saat ini. 

Menurutnya, pengaruh dari tekanan daya beli, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya hidup, kondisi geopolitik, hingga suku bunga yang lebih tinggi membuat konsumen lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian kendaraan.


Baca Juga: Atasi Pemadaman Listrik di Pulau Jawa, PLN Percepat Kontrak dengan Pemasok Batubara

"Segmen LCGC memiliki karakter konsumen yang sangat mempertimbangkan affordability, baik dari sisi harga kendaraan, besaran DP, cicilan bulanan, biaya operasional, biaya kepemilikan jangka panjang, hingga harga jual kembali," ujar Philardi Sobari kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).

Meski begitu, Toyota tidak akan menilai kondisi saat ini sebagai tanda kendaraan LCGC kehilangan relevansi. Sebab, sejumlah kendaraan segmen LCGC milik Toyota masih mengalami tren penjualan positif, di antaranya ialah Toyota Calya dan Agya.

"Justru, di tengah market LCGC yang turun, model-model LCGC Toyota tetap menunjukkan penerimaan positif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News