Penjualan Kondominium Jakarta Melambat, Pengembang Hadapi Persaingan Rumah Tapak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kondominium di Jakarta masih menghadapi tekanan permintaan. Sepanjang kuartal III-2026, penyerapan unit apartemen tercatat hanya 116 unit, atau hampir separuh dari realisasi kuartal sebelumnya.

Laporan Jakarta Property Market Insight Q3 2026 dari Leads Property mencatat, penyerapan kondominium di Jakarta juga mengalami penurunan cukup dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, tingkat penjualan kumulatif atau sales rate masih bertahan di level 83,2% selama tiga kuartal terakhir.

Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Martin Samuel Hutapea mengatakan, pasar kondominium saat ini masih didominasi pembeli end-user. Permintaan terutama ditopang insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk unit siap huni serta strategi harga kompetitif dari pengembang.


Baca Juga: Genjot Utilisasi Armada, Pendapatan Blue Bird Tumbuh 10,9% di Kuartal III 2026

“Segmen kondominium masih didominasi pembeli end-user, didukung perpanjangan insentif PPN untuk unit siap huni dan harga pengembang yang kompetitif. Permintaan masih cukup bertahan, terutama di segmen kelas atas, karena pembeli cenderung memilih unit dengan tata ruang yang lebih luas,” ujar Martin dalam laporannya, Selasa (3/11/2026).

Di tengah perlambatan penyerapan, pasokan kondominium Jakarta belum bertambah pada kuartal III-2026. Total stok tercatat sebanyak 260.236 unit. Namun, pasokan diperkirakan kembali meningkat pada kuartal berikutnya melalui rencana peluncuran Eluna Tower di Casa Grande Residence, Jakarta Selatan, dengan total 400 unit.

Dari sisi harga, rata-rata harga kondominium Jakarta tercatat Rp 28,34 juta per meter persegi pada kuartal III-2026. Angka tersebut hanya meningkat tipis 0,15% dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk kawasan CBD, harga rata-rata mencapai Rp 58,64 juta per meter persegi, sedangkan kawasan premium berada di level Rp 49,99 juta per meter persegi.

Baca Juga: Bahlil Koordinasi dengan DSI soal Ekspor Satu Pintu Komoditas Minerba Mulai 2027

Leads Property menilai, pasar kondominium masih akan menghadapi persaingan dari sektor hunian tapak di kawasan Jabodetabek. Persaingan tersebut berpotensi membatasi aktivitas transaksi, terutama untuk segmen pasar massal.

Di sisi lain, pengembang di segmen tersebut mulai memiliki opsi untuk mengoptimalkan unit yang belum terjual. Salah satunya melalui kerja sama dengan operator hotel, penyedia layanan co-living, maupun perusahaan pengelola aset untuk memonetisasi unit studio dan satu kamar tidur.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas transaksi kondominium ke depan diperkirakan lebih banyak berasal dari segmen menengah atas. Sementara itu, harga pasar diproyeksikan relatif stabil di tengah penyerapan yang belum pulih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News