KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Penjualan restoran cepat sajai McDonald's yang melambat barangkali bisa menggambarkan kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) saat ini. McDonald's gagal memenuhi ekspektasi pertumbuhan penjualan di AS untuk kuartal kedua 2026 karena konsumen mengurangi pengeluaran di restoran akibat kekhawatiran ekonomi. Padahal raksasa burger tersebut sudah banting harga untuk menarik pelanggan berpenghasilan rendah. Penjualan McDonald's di AS hanya tumbuh 0,8% di kuartal III2026, di bawah perkiraan analis sebesar 1,06%, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Sebagai perbandingan, pertumbuhan McDonald's pada setahun lalu mencapai 2,5%.
Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan bahan bakar telah menyebabkan konsumen berpenghasilan rendah memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan untuk makan di luar, yang merupakan basis pelanggan utama bagi McDonald's.
Baca Juga: Jajak Pendapat Terbaru, Warga AS Anggap Partai Demokrat Lebih Baik Soal Ekonomi CEO McDonald's Chris Kempczinski telah mengingatkan pada bulan Mei lalu bahwa meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro, termasuk kekhawatiran yang terkait dengan konflik Iran, merugikan pengeluaran konsumen. McDonald's telah menghabiskan tahun lalu dengan sangat mengandalkan keterjangkauan harga dan promosi untuk mempertahankan pangsa pasar dari persaingan yang semakin ketat dari pesaing makanan cepat saji, toko serba ada, dan konsumsi makanan di rumah. Upaya mereka termasuk platform McValue yang diperbarui, menu di bawah US$ 3, penawaran sarapan dengan diskon, dan dorongan yang lebih luas ke minuman khusus seperti minuman penyegar dan soda khusus. Inisiatif-inisiatif tersebut diimbangi oleh permintaan yang lesu dan perbandingan yang sulit dengan tahun lalu, karena perusahaan tersebut melampaui kesuksesan promosi makanan bertema Minecraft dan Snack Wrap yang meningkatkan kunjungan pelanggan. "Meskipun strategi kami berfokus pada pasar global, kami melihat peluang untuk meningkatkan standar di AS dan mempercepat kinerja di pasar terbesar kami," kata Kempczinski seperti dikutip Reuters, Selasa (4/8/2026). Secara global, penjualan McDonald's naik 1,3%, melambat dari pertumbuhan sebesar 3,8% tahun lalu. Penjualan di segmen pasar internasional McDonald's, yang mencakup negara-negara besar di Eropa, naik 1,5%, turun dari 4% tahun sebelumnya.
Baca Juga: Merck Naikkan Proyeksi Pendapatan 2026 Berkat Penjualan Obat Kanker Keytruda Para analis memperkirakan permintaan yang lebih lemah di wilayah tersebut karena biaya energi yang lebih tinggi dan kondisi gelombang panas membatasi pengeluaran untuk makan di luar. Secara terpisah, McDonald's menunjuk Skye Anderson untuk memimpin bisnisnya di AS, menggantikan Joe Erlinger, yang meninggalkan jaringan makanan cepat saji tersebut setelah lebih dari dua dekade. Laba bersih McDonald's pada kuartal kedua 2026 naik 5% menjadi US$ 2,36 miliar. Laba itu setara US$ 3,38 per saham, naik dari US$ 3,19 setahun sebelumnya.