KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel fesyen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) mencatatkan pertumbuhan penjualan pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan keuangannya, pada tiga bulan pertama tahun ini, penjualan ZONE meningkat 47,66% year-on-year (yoy) menjadi Rp 398,79 miliar dari Rp 270 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun ZONE meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atawa laba bersih sebesar Rp 27,24 miliar, meningkat 29,53% yoy dari Rp 21,03 miliar.
Corporate Secretary ZONE, Luki Rusli mengatakan, pertumbuhan penjualan pada kuartal pertama ditopang oleh peningkatan daya beli masyarakat, khususnya pada momentum Lebaran 2026. "Peningkatan penjualan pada Hari Raya Lebaran 2026 terjadi di seluruh kanal penjualan perseroan," ujarnya kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Kondisi Geopolitik Menantang, Mega Perintis (ZONE) Selektif Ekspansi Gerai di 2026 Tak hanya itu, pada awal tahun ini, Mega Perintis juga melakukan persiapan stok merchandise yang lebih baik. Khususnya, untuk koleksi spesial Lebaran di seluruh merek milik perusahaan. Itu sebabnya, ZONE kata Luki mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal. Sementara itu, pada kuartal II-2026 ini, ZONE juga melirik peluang peningkatan penjualan dari sejumlah momentum. Di antaranya, banyaknya periode libur, cuti bersama, serta liburan sekolah yang berpotensi meningkatkan trafik kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan. Di kanal online, ZONE juga mengandalkan aktivitas campaign marketplace yang lebih agresif pada periode payday atau tanggal kembar. Dua katalis ini, kata Luki, terus mendorong pertumbuhan belanja online yang turut dirasakan perusahaan.
Baca Juga: Hadapi Tekanan Global, Mega Perintis (ZONE) Hati-Hati Atur Strategi Bisnis pada 2026 Pada sisa tahun ini, Luki mengungkap ZONE akan tetap melakukan ekspansi toko dengan konsep store Manzone & Minimal yang diintegrasikan.
Perusahaan, lanjutnya, juga menggenjot efisiensi dan meningkatkan produktivitas pabrik garmen pada tahun ini. "Untuk itu, belanja modal perusahaan pada tahun 2026 difokuskan untuk pembukaan gerai baru dan investasi mesin-mesin produksi otomatisasi," imbuh Luki.
Baca Juga: ZONE Waspadai Tantangan Ritel Fesyen 2026, Fokus Efisiensi dan Penjualan Online Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News