KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (
ACES) mencatatkan peningkatan penjualan pada Januari 2026. Pertumbuhan penjualan di toko yang sama alias same store sales growth (SSSG) diproyeksi menjadi salah satu katalis pendorong kinerja ACES di tahun 2026. Permada Darmono, Analis UBS Sekuritas Indonesia mencatat bahwa penjualan Aspirasi Hidup Indonesia pada Januari 2026 sebesar Rp 775 miliar, naik 6,6% secara
year on year (YoY). Kenaikan ini didorong oleh pemulihan penjualan di wilayah Jawa. Penjualan di toko yang sama (SSSG) ACES juga berbalik positif 1,1% setelah sebelumnya mengalami penurunan 9,9% yoy pada Desember 2025. Kenaikan SSSG menurut wilayah antara lain di Jakarta yang meningkat 6,6%, Jawa di luar Jakarta naik 2,2% dan di luar Jawa turun 3,3%.
“Ini positif menurut pandangan kami,” ucap Permada dalam risetnya pada 19 Februari 2026.
Baca Juga: Saham Big Banks Bergerak Variatif Rabu (25/2), BBRI Pimpin Penguatan Paulina Margareta, Analis Maybank Sekuritas mengatakan penjualan di luar Jawa menurun karena basis penjualan tinggi pada Januari 2025 yang naik 8,1% yoy. Meski begitu Ia melihat kinerja penjualan di Januari 2026 tetap sesuai harapan mengingat terjadinya banjir di berbagai wilayah di Indonesia. “Kami menilai komentar manajemen tentang konversi yang lebih baik dan ukuran keranjang belanja yang lebih besar sebagai hal yang wajar, didukung oleh peningkatan bertahap di toko dan bauran produk,” ujar Paulina dalam risetnya pada 20 Februari 2026. Paulina menyebut, susunan data Februari 2026 menguntungkan karena efek basis rendah dari angka tahun lalu. Dengan penjualan toko yang sama pada Februari 2025 yang menurun 6,6% yoy dan penjualan sebesar Rp 599 miliar, Paulina melihat ada potensi pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) pada Februari 2026. “Potensi SSSG di kisaran angka tunggal menengah dan pertumbuhan penjualan di kisaran angka tunggal tinggi hingga angka ganda rendah pada Februari 2026, dengan asumsi momentum Januari 2026 tetap terjaga,” kata Paulina. Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su melihat kinerja AZKO tetap resilien, didukung oleh ekspansi gerai tahunan yang agresif serta diversifikasi melalui konsep Neka Stores. Strategi ini memungkinkan perluasan jaringan dengan skala pembukaan yang lebih besar. “Ekspansi gerai yang masif serta diversifikasi ke segmen baru melalui konsep Neka Stores menjadi katalis pertumbuhan kinerja perseroan ke depan,” ujar Harry kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Inflasi 10 Tahun 32%, Begini Cara Investor Cetak Imbal Hasil Lewati Inflasi Meski begitu, Harry mengatakan, tekanan daya beli masyarakat menjadi risiko utama bagi ACES, mengingat
positioning perusahaan yang menyasar segmen
middle to upper income. Pelemahan konsumsi berpotensi menekan SSSG, terutama melalui penurunan trafik dan
basket size pelanggan. “Dalam kondisi konsumen lebih selektif terhadap belanja non-esensial, produk
discretionary seperti
home improvement dan
lifestyle cenderung dapat mengalami perlambatan permintaan,” terang Harry. Selain itu, Permada menyampaikan sejumlah potensi risiko ACES. Di antaranya risiko perencanaan strategis yang tidak memadai yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk memenuhi tujuan strategis jangka panjang. SSSG lebih rendah dari yang diharapkan, pemilihan lokasi peluncuran toko yang buruk, kenaikan harga bahan baku dan/atau kekurangan pasokan bahan baku. Kemudian, perubahan material yang tidak terduga dalam kontrak dengan pemasok/pemilik merek dan keusangan merek, penyesuaian yang tidak terduga dalam biaya operasional, serta pembayaran berlebih untuk properti dan tanah. Biaya staf yang lebih tinggi dan ketidakmampuan untuk mendapatkan pekerja yang sesuai dengan laju pertumbuhannya, serta ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dan selera konsumen juga perlu dicermati.
Paulina memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ACES tahun 2025 masing – masing sebesar Rp 8,96 triliun dan Rp 819 miliar. Pendapatan dan laba bersih tahun 2026 diproyeksi mencapai Rp 9,92 triliun dan Rp 899 miliar. Adapun pada tahun 2024, ACES mengantongi pendapatan sebesar Rp 8,58 triliun dan Rp 892 miliar.
Paulina dan Harry Su merekomendasikan
buy saham ACES dengan target harga masing – masing Rp 750 per saham dan Rp 680 per saham. Sementara Permada merekomendasikan netral saham ACES dengan target harga Rp 490 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News