JAKARTA. Konsumsi minuman beralkohol (minol) di hotel atau restoran tidak akan menurun dratis pasca Kementerian Keuangan menaikkan tarif bea impor untuk minol. Pasalnya, mayoritas konsumen minol adalah orang asing yang memiliki kantong tebal dan tidak mempertimbangan harga. Linda Muhlis, Head of Sales and Marketing Hotel Premier Inn Indonesia, mengatakan, penyusutan penjualan minol relatif kecil sehingga tidak akan berdampak besar pada bisnis makanan dan minuman di hotel. “Prediksi penurunan penjualan minol hanya 1%,” katanya, kepada KONTAN, Minggu (26/7). Hotel yang berasal dari Inggris ini akan memperbesar penjualan minol asal lokal atau mencampur minuman untuk tetap menjaga penjualan minol di hotel. Misalnya, porsi penjualan minol lokal sebesar 70%, sisanya menjual minuman impor jenis wine dan wisky.
Penjualan minol di hotel tidak terganggu
JAKARTA. Konsumsi minuman beralkohol (minol) di hotel atau restoran tidak akan menurun dratis pasca Kementerian Keuangan menaikkan tarif bea impor untuk minol. Pasalnya, mayoritas konsumen minol adalah orang asing yang memiliki kantong tebal dan tidak mempertimbangan harga. Linda Muhlis, Head of Sales and Marketing Hotel Premier Inn Indonesia, mengatakan, penyusutan penjualan minol relatif kecil sehingga tidak akan berdampak besar pada bisnis makanan dan minuman di hotel. “Prediksi penurunan penjualan minol hanya 1%,” katanya, kepada KONTAN, Minggu (26/7). Hotel yang berasal dari Inggris ini akan memperbesar penjualan minol asal lokal atau mencampur minuman untuk tetap menjaga penjualan minol di hotel. Misalnya, porsi penjualan minol lokal sebesar 70%, sisanya menjual minuman impor jenis wine dan wisky.