Penjualan Mobil Astra Melonjak 23% di Juli 2026, Tapi Saham ASII Malah Tertekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) kembali mencatat pertumbuhan kuat pada Juli 2026. Namun, secara bulanan penjualan mulai melandai, di tengah tekanan yang masih membayangi saham ASII.

Astra mencatat penjualan mobil sebanyak 39.069 unit pada Juli 2026, naik 22,96% secara tahunan dibandingkan Juli 2025 yang sebanyak 31.772 unit.

Meski tumbuh signifikan secara tahunan, penjualan tersebut turun 2,89% dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 40.235 unit.


Secara kumulatif, penjualan mobil Astra sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 261.440 unit.

Baca Juga: Penjualan Mobil Astra International (ASII) Tumbuh, Ini Rekomendasinya

Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, industri otomotif nasional hingga Juli 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Menurut dia, penjualan kendaraan roda empat Grup Astra pada periode tersebut tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut mempertahankan posisi Astra sebagai pemain dominan di pasar otomotif nasional. Hingga tujuh bulan pertama 2026, pangsa pasar penjualan mobil Grup Astra mencapai 50%.

 
ASII Chart by TradingView

"Didukung oleh jaringan penjualan, pembiayaan, dan layanan purnajual yang terintegrasi guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," ujar Windy dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026).

Jika dirinci, penjualan mobil Astra pada Juli 2026 masih didominasi oleh Toyota dan Lexus yang mencapai 21.816 unit. Selanjutnya, Daihatsu menyumbang 14.125 unit, Isuzu 3.016 unit, serta UD Trucks 112 unit.

Baca Juga: Astra Kuasai 49% Pasar Otomotif Domestik, Tertekan Gempuran Mobil Listrik China

Sementara itu, penjualan mobil Astra di segmen low cost green car (LCGC) tercatat sebanyak 9.127 unit pada Juli 2026.

Di tengah kinerja penjualan yang masih tumbuh, pergerakan saham ASII justru berada dalam tekanan.

Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), saham ASII ditutup di level Rp 4.870 per saham, turun 2,60% dibandingkan hari sebelumnya.

Tekanan tersebut membuat saham ASII mencatat penurunan sebesar 28,38% sejak awal tahun 2026.

Dengan demikian, meski penjualan mobil Astra masih tumbuh dan pangsa pasar bertahan di sekitar separuh pasar nasional, kinerja saham ASII belum mencerminkan pertumbuhan penjualan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: