KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil baru di Indonesia menunjukkan pertumbuhan sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Namun, kenaikan tersebut belum sepenuhnya menular ke pasar mobil bekas yang masih menghadapi tekanan daya beli masyarakat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara
wholesales pada Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit.
Baca Juga: Ekonomi RI Ditargetkan 6% pada 2027, Industri Plastik Cari Mesin Pertumbuhan Baru Angka tersebut tumbuh 18,3% secara tahunan atau
year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 437.544 unit. Pertumbuhan juga terlihat pada penjualan ritel. Sepanjang Januari-Juli 2026, penjualan ritel mencapai 511.514 unit, naik 12,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan penjualan mobil baru tersebut belum serta-merta menjadi katalis bagi pasar mobil bekas. Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pasar mobil bekas memiliki dinamika tersendiri sehingga pergerakannya tidak selalu mengikuti tren penjualan mobil baru. Menurut dia, kenaikan penjualan mobil baru dalam beberapa bulan terakhir juga belum dapat menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat telah pulih. Kondisi ekonomi masih menghadapi tekanan, sementara kekhawatiran pemutusan hubungan kerja (PHK) dan suku bunga kredit yang masih tinggi menjadi pertimbangan konsumen. Bebin menilai kenaikan penjualan mobil baru lebih banyak ditopang konsumen yang masih memiliki kemampuan membeli, baik secara tunai maupun kredit. Sebagian konsumen juga mempercepat pembelian karena mengantisipasi potensi kenaikan harga kendaraan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. "Pasar mobil bekas mempunyai tren pasar tersendiri, sering kali terlepas dari apa yang terjadi pada penjualan di pasar mobil baru," ujar Bebin kepada KONTAN, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Industri Mebel RI Bidik Ekspor US$ 6 Miliar, Daya Saing Masih Jadi Tantangan Pasar Mobil Bekas Masih Adem Berbeda dengan pasar mobil baru, Bebin menilai kondisi pasar mobil bekas masih relatif lesu. Penjual belum memiliki ruang yang cukup untuk menaikkan harga karena unit yang ditawarkan membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual, sementara permintaan konsumen belum banyak berubah. "Pasar mobil bekas tergantung supply dan demand, daya beli dan kondisi pasar," katanya.
Baca Juga: Jelang HUT Kemerdekaan, PLN Pulihkan Sebagian Besar Kelistrikan Flores Pascabencana Bebin pun memperkirakan pasar mobil bekas masih akan cenderung lesu hingga akhir 2026. Menurut dia, belum terlihat indikasi kuat yang menunjukkan adanya perbaikan permintaan dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, pelaku industri melihat masih terdapat ruang pertumbuhan pada sejumlah kanal penjualan mobil bekas. Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) Jany Candra mengatakan, prospek bisnis mobil bekas masih cukup baik. Salah satunya tercermin dari kinerja Caroline.id yang mampu mencatatkan pertumbuhan sekitar 50% pada kuartal II 2026. "Prospek masih bagus, terutama untuk Caroline.id yang masih bisa tumbuh sekitar 50% pada kuartal kedua tahun ini," ujar Jany kepada KONTAN, Jumat (14/8/2026). Menurut Jany, mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) dengan harga di bawah Rp 200 juta masih menjadi kendaraan bekas yang paling banyak diminati konsumen. Dari sisi harga, harga mobil bekas saat ini relatif stabil. Namun, Jany melihat terdapat peluang kenaikan apabila harga mobil baru terus meningkat. "Tren harga mobil relatif stabil tetapi ada kemungkinan akan meningkat, tren harga mobil baru yang mulai naik," jelasnya.
Baca Juga: HAKA Auto Perluas Jaringan BYD ke Jawa, Kalimantan dan Sulawesi Penjualan Mobil Bekas Berpeluang Naik
Jany juga memperkirakan penjualan mobil bekas pada semester II 2026 berpeluang lebih baik dibandingkan semester pertama. Menurut dia, pola penjualan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan permintaan mobil bekas cenderung meningkat pada paruh kedua tahun. "Prospek penjualan paruh kedua biasanya lebih tinggi dari paruh pertama. Jadi kemungkinan akan naik," pungkas Jany. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News