Penjualan Mobil Bekas MPMX Melambat, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penjualan mobil bekas PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menunjukkan perlambatan sepanjang periode berjalan tahun ini. 

Manajemen menyebut adanya penurunan minat pada beberapa tipe kendaraan bermesin diesel seiring dengan kenaikan harga bahan bakar pada  pertengahan tahun 2026. 

Melalui bisnis lelang kendaraannya, AUKSI, perusahaan mencatat penjualan 2.432 unit pada periode April-September 2026, dibandingkan 3.406 unit pada periode yang sama tahun 2025. Secara persentase, volume penjualan turun 28,6%, sedangkan nilai transaksi turun 9,7%.


Baca Juga: IEU-CEPA Buka Peluang Investasi EBT, Ini Sektor yang Berpotensi Dilirik Eropa

GM Corporate Communications & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan penurunan volume penjualan antara lain dipengaruhi oleh supply kendaraan dari perusahaan pembiayaan dan perbankan yang lebih terbatas, serta perubahan permintaan pada sejumlah segmen kendaraan.

“Sejak pertengahan tahun kami melihat adanya penurunan minat pada beberapa tipe kendaraan bermesin diesel yang berkaitan dengan meningkatnya sensitivitas konsumen terhadap biaya operasional kendaraan, termasuk pergerakan harga bahan bakar,” ungkap Natalia, kepada Kontan.co.id, Kamis (1/10). 

Dari sisi harga, perusahaan melihat adanya penyesuaian harga cukup besar pada  kendaraan niaga, khususnya blind van. 

Setelah mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini harga kendaraan niaga mulai kembali melandai pada akhir kuartal III-2026.  Padahal, ketersediaan unit di pasar sudah cukup tinggi saat ini.

Selain itu, perusahaan juga melihat adanya koreksi harga pada beberapa kendaraan diesel, sejalan dengan perubahan permintaan pasar terhadap tipe kendaraan tersebut.

Meski demikian, inventory turnover AUKSI masih berada pada level yang cukup baik. Namun memang ketersediaan unit dari perusahaan pembiayaan dan perbankan tahun ini lebih terbatas, sehingga turut memengaruhi volume kendaraan yang masuk ke lelang.

“Dari sisi pembeli, kami melihat konsumen semakin selektif, terutama pada segmen tertentu seperti kendaraan diesel. Selain harga, faktor biaya operasional dan nilai ekonomis kendaraan juga semakin menjadi pertimbangan,” terangnya. 

Perusahaan juga mulai melihat peningkatan unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang masuk ke lelang. Namun di sisi lain, harga jual kembali EV masih cenderung mengalami koreksi yang cukup besar. 

“Kondisi ini mencerminkan pasar EV bekas yang masih berkembang, sehingga pola harga dan tingkat depresiasinya belum sepenuhnya stabil seperti pada kendaraan konvensional,” sebut dia. 

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di bisnis mobil bekas, MPMX  tetap optimistis terhadap prospek bisnis AUKSI hingga akhir 2026 dan memasuki 2027. 

Menurutnya, pasar kendaraan bekas masih menunjukkan permintaan yang cukup baik, meskipun konsumen semakin selektif terhadap jenis kendaraan, harga, dan biaya kepemilikan.

“Kami juga melihat periode menjelang Lebaran 2027 sebagai salah satu momentum yang berpotensi mendorong peningkatan aktivitas pasar, sejalan dengan pola permintaan kendaraan yang secara historis cenderung meningkat menjelang periode tersebut,” pungkasnya. 

Baca Juga: Patra Logistik Resmi Kelola Distribusi BBM Pertamina Patra Niaga di Pulau Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News