Penjualan Mobil Eropa Turun pada Januari 2026, BYD Melonjak dan Tesla Tertekan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan mobil baru di Eropa mencatat penurunan secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026. Ini menjadi penurunan pertama sejak Juni tahun lalu, seiring pelemahan di sejumlah pasar utama seperti Jerman, Prancis, Belgia, dan Polandia.

Data Asosiasi Produsen Mobil Eropa atau European Automobile Manufacturers' Association (ACEA) yang dirilis Selasa (waktu setempat) menunjukkan, perlambatan paling tajam terjadi di Norwegia. Pendaftaran mobil baru—yang menjadi proksi penjualan—anjlok sekitar 76% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Transformasi Industri dan Tekanan Kompetisi

Penurunan ini terjadi di tengah transformasi besar industri otomotif Eropa. Produsen mobil tradisional menghadapi tekanan berat untuk bersaing dengan model kendaraan listrik asal China yang lebih murah, sekaligus menavigasi agenda dekarbonisasi yang kini mengalami penundaan.


Selain itu, pelaku industri juga menghadapi ketidakpastian lingkungan perdagangan global. Situasi bertambah kompleks setelah sebagian besar tarif Amerika Serikat dinyatakan melanggar hukum oleh Supreme Court of the United States pada Jumat lalu, yang berpotensi memengaruhi dinamika ekspor-impor otomotif lintas kawasan.

Baca Juga: KOSPI Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Ditopang Saham Chip dan Otomotif

Penjualan Turun 3,5% di Kawasan Eropa

Secara keseluruhan, penjualan mobil di Uni Eropa, Inggris, Swiss, Norwegia, dan Islandia turun 3,5% menjadi 961.382 unit pada Januari 2026, berdasarkan data ACEA.

Penurunan paling signifikan terjadi pada segmen mobil berbahan bakar bensin (petrol). Pendaftarannya merosot sekitar 26% dibandingkan Januari tahun sebelumnya. Di Prancis, penjualan mobil bensin anjlok 49%, sementara di Jerman turun 30%.

Pangsa pasar mobil bensin di Eropa pun menyusut drastis, dari hampir sepertiga total pasar menjadi hanya sedikit di atas seperlima selama periode tersebut.

Sebaliknya, kendaraan elektrifikasi menunjukkan pertumbuhan solid. Penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) naik sekitar 14%, plug-in hybrid melonjak 32%, dan hybrid-electric tumbuh 6%.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif

Secara kolektif, ketiga segmen ini menyumbang 69% dari total pendaftaran mobil baru, meningkat dari 59% pada Januari 2025.

Kinerja Produsen: BYD Melonjak, Tesla Terus Melemah

Dari sisi produsen, sejumlah merek besar mencatat penurunan penjualan. Pendaftaran mobil milik Volkswagen turun 3,8%, BMW melemah 5,7%, Renault merosot 15%, dan Toyota turun 13,4%.

Sebaliknya, produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mencatat lonjakan signifikan sebesar 165% secara tahunan, mencerminkan agresivitas ekspansi dan daya saing harga di pasar Eropa.

Sementara itu, Stellantis dan Mercedes-Benz masing-masing membukukan kenaikan 6,7% dan 2,8%.

Di sisi lain, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, melanjutkan tren penurunan dengan kontraksi 17% secara tahunan. Ini menjadi bulan ke-13 berturut-turut di mana penjualan Tesla di kawasan tersebut mengalami penyusutan, berdasarkan data ACEA.

Selanjutnya: Pramono Anung Larang Pembangunan Lapangan Padel di Kawasan Perumahan

Menarik Dibaca: 9 Minuman Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus