Penjualan Mobil Februari 2026 Naik Dua Digit, Tembus 81.159 Unit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil nasional pada Februari 2026 mencatatkan pertumbuhan dua digit. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 81.159 unit.

Angka tersebut tumbuh 12,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 72.344 unit. Secara bulanan, kinerja ini juga meningkat 22,1% dibandingkan Januari 2026.

Selain itu, penjualan mobil secara ritel atau dari diler ke konsumen juga menunjukkan kinerja positif. Pada Februari 2026, penjualan ritel tercatat 78.219 unit, naik 11,9% YoY dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 69.872 unit.


Dari sisi merek, Toyota masih memimpin pasar mobil nasional dengan penjualan 22.522 unit sepanjang Februari 2026. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan penjualan 13.452 unit, disusul Suzuki di posisi ketiga dengan 9.659 unit.

Baca Juga: Medco Dapat Pinjaman US$100 Juta dari HSBC, Untuk Apa?

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati Mitsubishi Motors dengan 7.008 unit serta Honda yang mencatatkan penjualan 5.385 unit.

Adapun BYD yang pada Januari sempat berada di posisi keempat harus turun ke posisi keenam pada Februari dengan penjualan 4.653 unit, sedikit lebih rendah dibandingkan Januari yang mencapai 4.879 unit.

Selain BYD, merek asal China lain yang masuk dalam daftar 10 besar adalah Jaecoo dengan penjualan 3.005 unit. Selanjutnya diikuti Mitsubishi Fuso sebanyak 2.506 unit, Isuzu 1.948 unit, dan Hyundai 1.741 unit.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menargetkan penjualan mobil nasional sepanjang 2026 mencapai 850.000 unit. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar otomotif awal tahun serta proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6%.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara menilai target tersebut masih realistis dengan mempertimbangkan dinamika pasar domestik.

“Jadi diperkirakan penjualan mobil nasional di tahun 2026 ini bisa mencapai 850.000 unit dengan kondisi seperti saat ini. Tapi kalau nanti ada perkembangan baru atau kebijakan baru, tentu akan kita lihat kembali,” ujarnya di jakarta (30/1).

Kukuh menambahkan, momentum Lebaran memiliki dua sisi bagi industri otomotif. Di satu sisi dapat mendorong minat beli kendaraan, namun di sisi lain jumlah hari kerja yang lebih pendek berpotensi menekan realisasi penjualan bulanan.

Secara historis, penjualan mobil pada bulan Lebaran biasanya mengalami koreksi sekitar 20%–30% akibat banyaknya hari libur. Meski begitu, Gaikindo berharap penurunan tersebut bersifat sementara dan dapat terkompensasi pada periode setelah Lebaran.

“Biasanya setelah Lebaran, periode Maret hingga akhir tahun relatif panjang. Harapannya setelah itu kita bisa sedikit ngegas lagi,” kata Kukuh.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Kementan dan Champion Pastikan Cabai & Bawang Merah Terjangkau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News