Penjualan Mobil Listrik Melesat: Pangsa Pasar EV Tembus 15% Nasional!



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dihindari di tengah konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Maka itu, peralihan kendaraan BBM dengan kendaraan listrik pun diprediksi akan mengalami lonjakan di Indonesia.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa peningkatan minat kendaraan listrik akan mengalami lonjakan.

"Secara umum, pada awal tahun terjadi lonjakan penjualan sangat signifikan. Apalagi dengan melonjaknya harga minyak, dapat dipastikan migrasi ke EV akan semakin kuat lagi," ujar Moeldoko saat dikonfirmasi Kontan, Selasa (17/3/2026).


Baca Juga: Perhapi, IAGI dan Perminas Sepakati Kerjasama Garap Data Logam Tanah Jarang Indonesia

Meski begitu, Moeldoko belum bisa memastikan secara rinci tren penjualan kendaraan listrik ketika harga minyak meroket.

"Tidak bisa dipastikan akurasinya tetap melihat tren, bisa-bisa dua kali lipat saat ini, bahkan lebih," kata dia.

Periklindo menyebutkan bahwa daya beli masyarakat saat ini juga masih menjadi tolak ukur untuk memproyeksikan peningkatan tren penjualan kendaraan listrik.

Berdasarkan data yang diterima, penjualan BEV dan PHEV di awal tahun 2026 mengalami lonjakan yang positif.

BEV mengalami peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat. Penjualan mobil listrik murni (BEV) pada Januari 2026 mencapai 10.211 unit, hampir empat kali lipat dibandingkan Januari 2025.

Kemudian, total penjualan BEV sepanjang Januari-Februari 2026 bahkan diperkirakan mencapai sekitar 22.500 unit, memberikan pangsa pasar sekitar 15% dari total penjualan mobil nasional.

Baca Juga: Permintaan Tekstil & Garmen Terdongkrak Idulfitri, Tapi Tekanan Impor Masih Tinggi

Selanjutnya untuk penjualan PHEV mengalami pertumbuhan yang eksplosif. Sebab, segmen PHEV mencatat pertumbuhan paling spektakuler secara persentase.

Penjualan PHEV pada bulan Januari 2026 berhasil terjual 502 unit, melonjak lebih dari 3.000% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun secara volume masih kecil.

Sedangkan untuk penjualan HEV relatif stabil di angka 4.195 unit. Namun, pangsanya terhadap total pasar elektrifikasi "turun drastis dari 61,9% di Januari 2025 menjadi hanya 28, 1% di Januari 2026, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke BEV.

Adapun merk dominan yang mengalami tren penjualan positif di segmen BEV adalah BYD. Sebab, BYD mencatatkan penjualan lebih dari 10.000 unit pada Januari-Februari 2026.

Tren penjualan ini berhasil menguasai hampir separuh pasar Sementara di segmen PHEV, merek China seperti Chery (dengan Tiggo 8 CSH sebanyak 240 unit) dan Geely mendominasi penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News