Penjualan Mobil Masih Lesu, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham ASII hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan telah menjual 334.987 unit kendaraan roda empat di luar LCGC di periode Januari–September 2026 atau tumbuh 12,6% secara tahunan dengan pangsa pasar 46%. 

Namun secara bulanan penjualan mobil Astra masih mengalami kontraksi. Pada September 2026, penjualan mobil Astra mencapai 36.723 unit. Turun dari posisi Agustus 2026 yang mencapai 36.824 unit dan 39.069 unit pada Juli 2026.

Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti menjelaskan dari sisi strategi, Astra berencana terus berkolaborasi dengan prinsipal untuk meluncurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.


Salah satu contohnya, kata dia, peluncuran Veloz Hybrid yang dapat diterima dengan baik oleh pasar.

Baca Juga: Prospek Saham PGAS hingga Akhir 2026 Masih Positif, Ini Katalis dan Risikonya

Selain itu, ASII juga mengandalkan jaringan pelayanan yang sangat luas dan komprehensif di Indonesia. 

“Dengan dua hal tersebut, kami berharap dapat terus mempertahankan posisi kepemimpinan Astra di pasar roda empat,” jelas Tira saat dihubungi Kontan, Selasa (13/10/2026).

Lebih lanjut, Tira menyampaikan pihaknya tetap optimistis akan proses kinerja secara keseluruhan hingga tutup 2026, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi global maupun domestik.

“Sepanjang semester pertama 2026, kinerja otomotif dan jasa keuangan Astra tetap menunjukkan resiliensi dan mampu mengimbangi pelemahan pada segmen solusi pertambangan dan alat berat,” tuturnya. 

Tira menjelaskan untuk semester dua 2026, manajemen ASII memperkirakan otomotif dan jasa keuangan akan tetap resilien. Sementara kinerja solusi pertambangan dan alat berat berpotensi membaik.

“Perbaikan tersebut diharapkan antara lain didukung oleh kembali beroperasinya tambang emas Martabe sejak Mei 2026, serta potensi peningkatan produksi batu bara seiring dengan adanya revisi RKAB pada semester kedua 2026,” kata dia.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Sideways, Cek 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (8/10)

Head of Indonesia Research J.P. Morgan Benny Kurniawan meyakini kinerja UNTR akan membaik pada sisa tahun ini karena dua faktor, yaitu tambang emas Martabe telah kembali beroperasi dan volume bisnis kontraktor pertambangan yang kuat.

Dengan kembali pulihnya kinerja UNTR, JP Morgan memperkirakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Astra per kuartal dapat mencapai Rp 8 triliun pada semester II-2026.

 
ASII Chart by TradingView

Benny menyebut kebangkitan penjualan mobil tidak lagi menjadi pendorong utama karena kontribusi laba dari bisnis kendaraan roda empat kini hanya berada di kisaran belasan persen rendah, dibandingkan 20%–30% sekitar satu dekade lalu. 

“Pertumbuhan volume yang kuat tahun ini didorong oleh kendaraan komersial yang kemungkinan diuntungkan oleh program pemerintah dan pangsa pasar ASII diperkirakan sulit bertahan di atas 15% ,” tulisnya dalam riset. 

Baca Juga: Laba PIK Dua (PANI) Meroket 483%, Analis Ungkap Prospek dan Katalis hingga Akhir 2026

Kendati antusiasme JP Morgan terbatas, Benny tetap mengapresiasi kinerja bisnis otomotif ASII karena profitabilitasnya, termasuk kendaraan roda empat, terbukti jauh lebih tangguh daripada perkiraan sebelumnya.

“Di sisi lain, UNTR berpotensi menjadi salah satu penerima manfaat dari prospek industri batubara yang lebih positif, baik melalui bisnis tambang batubara milik sendiri maupun bisnis kontraktor pertambangan,” jelasnya. 

Oleh karena itu, JP Morgan Sekuritas menyematkan rekomendasi overweight ASII dengan target harga di Rp 6.450 per saham. Pada akhir perdagangan Rabu (14/10), ASII parkir di level Rp 4.810 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News