Penjualan Mobil Melempem, Begini Rekomendasi Saham Emiten Otomotif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan kendaraan roda empat atau four wheels (4W) di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 memang meningkat sebanyak 23% dibanding tahun lalu. 

Namun penjualan mobil secara wholesale nasional hanya meningkat sebesar 1,5% pada Februari dibanding Januari 2024.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dalam riset 15 Maret 2024 menjelaskan jumlah penjualan mobil secara wholesale ini juga turun sebesar 23% secara tahunan atau year on year (YoY).


"Pada dua bulan pertama 2024, jumlah grosir 4W hanya mewakili 13% dari estimasi TA Gaikindo," kata Richard, Jumat (15/3).

Baca Juga: Nilai Aset Bersih Saratoga (SRTG) Turun 20% pada 2023, Simak Rekomendasi Sahamnya

Richard meyakini, penjualan mobil di bulan Maret 2024 akan menjadi titik terang sebelum adanya penyesuaian perkiraan volume penjualan 4W setahun penuh 2024. Adapun momen Lebaran juga diprediksi bisa mendorong angka penjualan Maret.

Selain itu, adanya peluncuran produk-produk mobil baru dinilai bisa meningkatkan angka penjualan yang dimulai dari kuartal II-2024. Untuk meningkatkan angka penjualan, 

PT Astra International Tbk (ASII) berencana meluncurkan model BEV dan 2 PHEV baru dalam dua tahun ke depan, dan HEV baru pada tahun 2024.  Richard melihat pasar menanti produk Avanza/Veloz atau Rush HEV, mengingat popularitas Avanza/Veloz berkontribusi sebesar 19% ke penjualan ASII (berdasarkan volume).

Sementara terkait jumlah grosir penjualan kendaraan roda dua atau two wheels (2W) tercatat menurun sebesar 6% MoM di bulan Februari 2024. Angka itu masih relatif kuat yaitu sebesar 558 ribu unit, serupa dengan rata-rata bulanan pada semester II-2023.

Sementara itu analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan penurunan penjualan mobil dipengaruhi masuknya mobil mobil listrik seperti Build You Dreams (BYD).

"Di sisi lain kami juga melihat dari sisi design belum ada pembaharuan, hal ini juga mempengaruhi penurunan pada mobil," kata Azis kepada kontan.co.id, Selasa (19/3).

 
ASII Chart by TradingView

Baca Juga: Laba Meningkat, Intip Rekomendasi Saham Barito Renewables Energy (BREN) Berikut Ini

Meskipun demikian, Azis melihat prospek penjualan mobil ke depannya masih berpotensi tumbuh, terlebih lagi dengan adanya perubahan design atau fitur pada mobil.

Azis pun merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.425 per saham. Richard pun juga merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi