Penjualan Mobil Mercedes-Benz Turun 8% pada Kuartal III 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mercedes-Benz mencatat penurunan penjualan mobil pada kuartal III 2026 di tengah tekanan pasar otomotif global. Pelemahan pasar China menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja penjualan produsen mobil mewah asal Jerman tersebut.

Mengutip Reuters, Mercedes-Benz menyebut penjualan pada bisnis inti mobil penumpangnya turun 8% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 407.200 unit sepanjang Juli-September 2026.

"Penjualan mobil inti kami terus menurun pada kuartal ketiga, turun 8% secara tahunan karena kondisi pasar yang menantang di China," demikian pernyataan Mercedes-Benz.


China menjadi pasar dengan penurunan paling signifikan. Penjualan Mercedes-Benz di negara tersebut anjlok 31% yoy menjadi 86.800 unit pada kuartal III 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Laba Samsung Diprediksi Melonjak Sembilan Kali Berkat Ledakan AI

Penurunan juga terjadi pada segmen Top-End, yang mencakup kendaraan Mercedes-Benz dengan posisi paling premium. Penjualan di segmen tersebut turun 21% menjadi 53.900 unit.

Mercedes-Benz mengatakan pelemahan segmen Top-End dipengaruhi oleh kondisi pasar China yang lebih lemah serta proses pergantian sejumlah model kendaraan.

Penjualan Mercedes-Benz Naik di AS dan Eropa

Di tengah tekanan di China, Mercedes-Benz masih mencatat pertumbuhan penjualan di sejumlah pasar utama lainnya.

Penjualan mobil Mercedes-Benz di Amerika Serikat (AS) meningkat 6% pada kuartal III 2026. Sementara itu, penjualan di Eropa tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: JD Vance Ungkap Syarat AS untuk Akhiri Perang Tujuh Bulan dengan Iran

Kinerja tersebut menunjukkan adanya perbedaan tren permintaan kendaraan premium di berbagai kawasan. Pelemahan di China masih menjadi tantangan utama bagi Mercedes-Benz, sementara pasar AS dan Eropa memberikan kontribusi positif terhadap penjualan.

Penjualan Mobil Listrik Mercedes-Benz Melonjak

Di sisi lain, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery-electric vehicles (BEV) Mercedes-Benz justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai Mercedes-Benz secara grup, yang mencakup mobil dan kendaraan van, melonjak 52% menjadi 78.100 unit pada kuartal III 2026.