KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif nasional mulai menunjukkan pemulihan. Penjualan mobil ritel sepanjang JanuariāAgustus 2026 telah mencapai 594.984 unit, tumbuh 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 522.160 unit. Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Joangkie Sugiarto menilai kenaikan penjualan tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja industri otomotif hingga akhir tahun. Menurut dia, peningkatan penjualan antara lain ditopang oleh kelancaran produksi dan penyerahan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), khususnya model dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Medco Energi (MEDC) Catat Produksi Migas Meningkat 19% pada Semester I-2026 "Penyebab penjualan meningkat karena produksi dan delivery mobil-mobil BEV dengan harga terjangkau berjalan lancar sesuai target para APM," ujar Jongkie, Rabu (9/9/2026). Optimisme industri juga tercermin dari target penjualan mobil nasional tahun ini. Jongkie berharap proyeksi penjualan sebanyak 850.000 unit dapat tercapai hingga akhir 2026. Kinerja pada Agustus turut memperkuat harapan tersebut. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara ritel pada Agustus 2026 mencapai 83.422 unit, naik 7,7% dibandingkan Juli yang sebanyak 77.460 unit. Pertumbuhan secara tahunan bahkan lebih tinggi. Penjualan ritel Agustus 2026 melonjak 25,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 66.493 unit. Sementara itu, distribusi mobil dari pabrikan ke dealer atau wholesales pada Agustus tercatat 81.756 unit. Angka ini hanya tumbuh 0,8% dibandingkan Juli sebanyak 81.115 unit, namun meningkat 32,4% dibandingkan Agustus 2025 yang sebanyak 61.771 unit. Dengan demikian, penjualan ritel sepanjang delapan bulan pertama tahun ini mencapai 594.984 unit. Sedangkan wholesales telah mencapai 599.491 unit, tumbuh 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 499.315 unit. Jongkie menilai pertumbuhan pasar tidak semata-mata berasal dari aktivitas pameran otomotif. Faktor lain seperti kelancaran produksi dan penyerahan kendaraan kepada konsumen serta semakin beragamnya pilihan model baru turut mendorong penjualan.
Baca Juga: Sailun Bidik Pasar Ban Kendaraan Tambang di Indonesia "Pertumbuhan pasar tidak hanya dipengaruhi aktivitas pameran. Kelancaran produksi dan penyerahan kendaraan kepada konsumen serta bertambahnya pilihan model baru dengan harga yang lebih terjangkau turut menopang penjualan," katanya. Dari sisi merek, Toyota masih menjadi pemimpin pasar ritel. Sepanjang JanuariāAgustus 2026, Toyota membukukan penjualan 172.871 unit dengan pangsa pasar 29,1%.
Toyota diikuti Daihatsu dengan penjualan 97.059 unit atau menguasai 16,3% pasar. Suzuki berada di posisi berikutnya dengan penjualan 48.554 unit dan pangsa pasar 8,2%. Menariknya, pada Agustus terjadi perbedaan pergerakan antara penjualan ritel dan wholesales. Penjualan dari dealer ke konsumen tercatat 1.666 unit lebih tinggi dibandingkan distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer. Kondisi tersebut mengindikasikan permintaan di tingkat konsumen mulai bergerak lebih cepat dibandingkan pengiriman kendaraan ke jaringan dealer. Jika tren ini berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, ruang bagi pasar otomotif untuk mengejar target penjualan 850.000 unit masih terbuka. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News