Penjualan Mobil Nasional Turun pada Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kendaraan roda empat menutup tahun 2023 dengan hasil yang kurang menggembirakan. Ini terlihat dari tren penjualan mobil nasional yang menurun secara tahunan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional terkoreksi 4% year on year (YoY) menjadi 1.005.802 unit sepanjang Januari-Desember 2023. Setali tiga uang, penjualan retail (dealer ke konsumen) mobil nasional juga turun 1,5% YoY menjadi 998.059 unit.

Capaian tersebut jelas di bawah target penjualan mobil nasional tahun 2023 yang telah ditetapkan oleh Gaikindo yakni sebanyak 1,05 juta unit. Sedangkan untuk tahun 2024, Gaikindo menargetkan penjualan mobil dapat mencapai 1,1 juta unit.


Berkaca ke belakang, tanda-tanda pelemahan pasar mobil di Indonesia cukup terlihat pada pertengahan semester II-2023. Kala itu, penjualan mobil di kategori wholesales sempat anjlok 10,1% month to month (MtM) pada September 2023. Begitu pula dengan penjualan mobil di kategori retail yang merosot 6,2% MtM. Selanjutnya, penjualan wholesales mobil nasional sempat naik tipis 0,5% MtM pada Oktober 2023. Namun, penjualan retail mobil nasional kembali turun 1,9% MtM pada bulan tersebut.

Baca Juga: Daihatsu Raih Penjualan Ritel 194.108 Unit Mobil Sepanjang Tahun 2023

Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) otomotif membukukan penjualan mobil yang bervariasi. Toyota sebagai pemimpin pasar mobil Tanah Air mengalami penurunan penjualan retail sebesar 1,25% YoY menjadi 325.395 unit hingga akhir 2023.

Sebaliknya, Daihatsu berhasil meraih kenaikan penjualan retail sebesar 2,89% YoY menjadi 194.108 unit pada tahun 2023. Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono menklaim, kondisi ekonomi Indonesia masih sanggup menopang penjualan Daihatsu sepanjang tahun lalu. Ditambah lagi, pertumbuhan pasar otomotif juga terjadi di segmen-segmen yang cukup dikuasai oleh Daihatsu, seperti Low Cost Green Car (LCGC) dan komersial.

Sigra masih menjadi model dengan kontribusi penjualan terbesar bagi Daihatsu pada 2023 yakni 32%. Setelah itu diikuti oleh Grand Max Pick Up (22%) dan Terios (13%).

Daihatsu bertekad untuk terus menggenjot penjualan mobilnya pada 2024 sekalipun terdapat sentimen seperti perhelatan Pemilu serentak.

"Kami tetap menargetkan dapat mempertahankan peringkat kedua di pasar mobil nasional," ujar Tri, Kamis (11/1).

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh Honda yang meraih kenaikan penjualan retail 2,07% YoY menjadi 128.010 unit hingga akhir 2023. Honda kini menempati peringkat ketiga dalam pasar mobil Indonesia.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy menyebut, permintaan konsumen terbilang tinggi bagi Honda, terutama untuk model andalan seperti Brio, WR-V, dan HR-V. 

"Penyegaran produk dan program penjualan yang meringankan konsumen juga menjadi faktor yang mendukung penjualan Honda tahun lalu," kata dia, Kamis (11/1).

Asal tahu saja, tahun lalu HPM merilis dua model mobil hybrid baru di Indonesia yakni All-New CR-V e:HEV dan All-New Accord e:HEV.

Honda memprediksi, pasar otomotif nasional akan lebih menantang pada 2024, mengingat adanya pengaruh dinamika kondisi politik dan ekonomi nasional maupun global. Oleh karena itu, selain kembali melakukan penyegaran pasar lewat produk-produk baru, Honda juga berusaha mengatur tingkat produksi dan pasokan untuk mengantisipasi situasi pasar yang kemungkinan sulit diprediksi.

Sementara itu, Suzuki mengalami penurunan penjualan retail 7,66% YoY menjadi 82.244 unit pada penghujung tahun 2023. Suzuki berada di peringkat keempat pasar mobil Tanah Air.

Baca Juga: Pasar Lesu, Penjualan Mobil Nasional Turun pada 2023

Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales mengakui, tahun lalu pasar otomotif bergerak dinamis lantaran berbagai faktor. Suzuki pun menganggap hasil penjualan mobil tahun lalu masih dalam level yang cukup terjaga.

Model seperti New Carry, XL7, dan Ertiga masih mendominasi penjualan Suzuki sepanjang tahun lalu.

Pihak Suzuki menganggap tahun 2024 akan cukup menantang sekaligus penuh peluang. Suzuki berkomitmen terus menjaga kualitas produk dan pemenuhan kebutuhan konsumen yang ditunjang dengan beragam promo dan layanan optimal.

"Suzuki juga akan memperkenalkan beberapa pembaruan model untuk menjaga daya tarik dan permintaan dari masyarakat," tandas dia, Kamis (11/1).

r

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi