Penjualan mobil niaga mengerek jasa karoseri



JAKARTA. Tahun ini, pelaku bisnis di bidang jasa karoseri punya pengharapan besar. Seiring tren peningkatan penjualan mobil niaga, seperti pick up, truk, dan bus, mereka memperkirakan, tahun ini ada kenaikan permintaan jasa karoseri antara 10%-15% dari tahun 2010 lalu. Sejumlah perusahaan karoseri menambah kapasitas produksi.

David Herman Jaya, Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menuturkan, tahun ini, kapasitas pabrik secara nasional bisa mencapai sebesar 275.000 unit-287.000 unit. Angka ini naik dari tahun 2010 lalu yang sebesar 250.000 unit. "Prospek bisnis ini masih baik karena tumbuh tiap tahun," kata David kepada KONTAN, Senin (19/9).

David menuturkan, proyeksi ini muncul seiring kenaikan permintaan mobil niaga sampai paruh pertama tahun ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada semesteri I-2011, permintaan kendaraan niaga sudah mencapai 129.895 unit atau naik 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2010.


Nah, permintaan mobil niaga itu ikut mendongkrak kapasitas produksi jasa karoseri sebesar 10%-15%. Para pengguna jasa karoseri biasanya adalah pelaku bisnis angkutan penumpang, angkutan logistik, angkutan komoditas, dan pertambangan. "Peningkatan tidak lepas dari membaiknya seluruh sektor bisnis di Tanah Air," tutur David.

Hal ini terlihat dari beberapa perusahaan karoseri yang menaikkan kapasitas produksi. Salah satunya adalah PT Mekar Armada Jaya (New Armada). Tahun ini, New Armada telah menambah kapasitas produksi dari 4.000 unit menjadi 5.000 unit per tahun. "Dari awal tahun, permintaan terus membaik," tutur Roedianto Tri Noegroho, General Manager Marketing New Armada.

Berdasarkan catatan KONTAN, New Armada telah keluar dana hingga Rp 50 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya. "Kami membidik pengguna jasa di sektor bisnis alat angkut pariwisata seperti bus yang sedang menggeliat," kata Roedianto.

Menaikkan tarif jasa

Adi Putro Group juga telah menambah kapasitas produksi pabrik dari dua unit per hari atau 730 unit per tahun menjadi empat unit per hari atau 1.460 unit pertahun. "Kami hitung lonjakan permintaan terjadi sejak tahun lalu." kata Eric Jethrokusumo, Direktur Pengelola Adi Putro Group. Sayang, ia enggan menyebutkan nilai investasinya.

Saat ini, Adi Putro memproduksi bus dan minibus dengan harga rata-rata Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar per unit. Selain memasok ke sejumlah perusahaan angkutan, seperti Blue Star, Symphony, dan White Horse, Adi Putro juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan agen perjalanan seperti Citi Trans, Day Trans, dan Cipaganti. "Kami berusaha mempertahankan kualitas," kata Eric.

Langkah serupa juga dilakukan CV Laksana. Perusahaan karoseri di Jakarta Timur itu meningkatkan kapasitas produksi dari hingga 1.000 unit per tahun menjadi 1.100 unit. Muhadi Prihandoko, Kepala Pemasaran CV Laksana menuturkan, kenaikan permintaan terjadi sejak tiga tahun terakhir. "Permintaan terus positif. Agar tidak kewalahan, kami menambah kapasitas produksi," katanya.

Tantangan terberat industri ini adalah kenaikan harga bahan material seperti besi, baja, dan cat. Sejak awal tahun 2011, Laksana telah menaikkan tarif jasa karoseri hingga 5%. "Kenaikannya secara bertahap," kata Muhadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini