Penjualan mobil pikap tertatih saat ekonomi lesu



JAKARTA. Penjualan mobil niaga kecil alias pikap turun 27,8% menjadi 41.286 unit di kuartal I-2016. Angka penjualan pikap periode kuartal pertama ini merupakan yang terendah sejak tiga tahun terakhir (lihat tabel). 

Penyebab utama lesunya penjualan mobil pikap lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melambat. "Jualan mobil komersial berat, ini imbas harga komoditas tambang dan minyak turun," kata Yohannes Nangoi Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada KONTAN, Senin (25/4).

Yohannes menyebutkan, lesunya penjualan mobil niaga tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di pasar global. Merujuk data Gaikindo, hampir semua merek mobil pikap mencatat penyusutan penjualan. "Ini pengaruh ekonomi yang melambat,” kata Davy Tuilan, Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT Suzuki Indomobil.


Saat pasar pikap keseluruhan turun, Tata Motors justru mencatat kenaikan penjualan. Penjualan pikap Tata Motors naik 37,8% di kuartal I-2016. "Tahun ini kami target penjualan semua lini tumbuh 24%," kata Kiki Fajar, Manager Public Relation Tata Motors Distribusi Indonesia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Namun, sejauh ini pangsa pasar Tata Motors masih di bawah 1%. Informasi ini sekaligus meralat berita KONTAN berjudul "Andalkan Mobil Niaga, Tata Ingin Kempit Pasar 24%” yang terbit, Kamis (21/4). Angka 24% bukan target pangsa pasar, melainkan pertumbuhan penjualan.

Kiki menyatakan, kenaikan penjualan pikap tersebut berkat strateginya yang menyasar pikap mesin solar berkapasitas 1.405 cc. Di segmen ini, Tata memiliki Tata Super Ace.  "Karena bahan bakar solar biaya menggunakan mobil ini lebih ekonomis," klaim Kiki. 

Sejatinya, pikap bermesin solar sudah akrab di Indonesia. Salah satu perintis pikap solar ini adalah Mitsubishi L300 yang masih mencatat pangsa pasar 14,3% pada kuartal I-2016. Namun angka penjualan Mitsubishi L300 yang bermesin 2.477 cc tersebut turun 11% ketimbang periode yang sama tahun 2015. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan