KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Target penjualan mobil nasional sebanyak 850.000 unit pada 2026 masih dinilai realistis untuk dicapai. Kinerja penjualan yang tumbuh pada semester I-2026 menjadi modal utama industri otomotif untuk mengejar target tersebut, meski sejumlah tantangan masih membayangi pasar hingga akhir tahun. Pengamat otomotif nasional Bebin Djuana menilai capaian penjualan pada enam bulan pertama tahun ini di luar perkiraan.
Menurutnya, industri otomotif mampu mencatat pertumbuhan di tengah ketidakpastian kebijakan kendaraan listrik, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, serta dinamika pasokan bahan bakar.
Baca Juga: Naik Tipis, Penjualan Mobil Astra (ASII) Capai 34.867 Unit pada Januari 2026 "Kalau semester I 2026 sudah lebih bagus dibanding semester I 2025, ini tentunya memberikan harapan. Ini kejutan," ujar Bebin kepada KONTAN, Rabu (29/7). Ia menilai hasil tersebut menjadi pijakan yang kuat bagi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk mencapai target penjualan 850.000 unit pada tahun ini. Realisasi penjualan sepanjang semester pertama menunjukkan permintaan kendaraan masih mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi. Meski begitu, Bebin mengingatkan bahwa prospek penjualan pada semester II-2026 masih bergantung pada sejumlah faktor. Hingga kini, ia belum melihat adanya perbaikan daya beli masyarakat yang cukup kuat untuk mendorong lonjakan permintaan kendaraan. Selain itu, penjualan mobil nasional masih sangat bergantung pada pembiayaan dari lembaga keuangan. Karena lebih dari 80% transaksi pembelian mobil dilakukan melalui kredit, arah suku bunga akan menjadi salah satu penentu utama kinerja penjualan pada paruh kedua tahun ini. Penurunan bunga dinilai dapat meningkatkan kemampuan konsumen dalam membeli kendaraan.
Baca Juga: Insentif Hilang, Wuling Naik Rp 40 Juta! Cek Harga Mobil Listrik BYD FinFast Aion Di sisi lain, kepastian kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik juga dinilai menjadi faktor penting. Konsistensi regulasi akan memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk berinvestasi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dalam mengambil keputusan membeli kendaraan. Bebin memperkirakan segmen kendaraan elektrifikasi masih akan menjadi penopang pasar otomotif hingga akhir tahun. Mobil listrik dan hybrid dipandang memiliki prospek yang tetap positif, terutama jika didukung kebijakan yang lebih konsisten.
Ia juga menilai pemerintah perlu menyempurnakan skema insentif bagi kendaraan elektrifikasi, termasuk memberikan dukungan yang lebih tepat sasaran untuk kendaraan hybrid berteknologi range extender yang mampu menempuh jarak jauh dengan tenaga baterai.
Baca Juga: Penjualan Mobil Februari Naik Dua Digit, Pakar: Belum Cerminkan Pemulihan Pasar Dengan tren penjualan yang membaik pada semester pertama, peluang penurunan suku bunga, serta dukungan kebijakan yang lebih konsisten, industri otomotif nasional dinilai masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus mengejar target penjualan 850.000 unit hingga akhir 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News