KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif nasional mulai menunjukkan pemulihan pada tujuh bulan pertama 2026. Penjualan mobil meningkat signifikan, sekaligus membuat persaingan antar-merek semakin ketat untuk merebut pangsa pasar. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Senin (10/8), penjualan mobil secara
wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit. Angka ini tumbuh 18,3% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 437.544 unit.
Baca Juga: Penjualan Mobil China Melesat, Dominasi Merek Jepang di Indonesia Mulai Terkikis? Pertumbuhan juga terjadi pada penjualan ritel. Sepanjang Januari-Juli 2026, penjualan mencapai 511.514 unit atau tumbuh 12,3% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pemulihan pasar semakin terlihat pada Juli 2026. Penjualan
wholesales mencapai 81.115 unit, melonjak 33,3% yoy dari 60.837 unit pada Juli 2025. Sementara penjualan ritel tercatat 77.412 unit, tumbuh 23,1% yoy dari 62.889 unit. Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan perbaikan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan mobil. "Perbaikan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat menopang pertumbuhan penjualan mobil pada Juli," kata Jongkie, Senin (10/8). Secara bulanan, kinerja pasar juga masih mencatat pertumbuhan. Penjualan
wholesales Juli naik 4,5% dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 77.603 unit. Penjualan ritel juga meningkat 3,6% dari 74.758 unit menjadi 77.412 unit.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Toyota Astra Motor (TAM) Belum Kerek Harga Jual Mobil Memasuki paruh kedua 2026, persaingan antar-merek diperkirakan semakin ketat seiring pasar yang mulai tumbuh. Agen pemegang merek (APM) juga masih menunggu kebijakan insentif kendaraan listrik dari pemerintah untuk kembali mendorong permintaan. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan insentif kendaraan listrik dinilai penting untuk meningkatkan minat sekaligus daya beli konsumen terhadap kendaraan listrik. Menurut dia, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil listrik pada paruh kedua tahun ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News