Penjualan mobil tetap melaju bila BBM naik



JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak membuat jantung para pelaku industri otomotif, khususnya produsen kendaraan roda empat, berdegup lebih kencang.

Sudirman Maman Rusli, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengakui, kenaikan BBM bisa  mempengaruhi penjualan mobil dalam kurun waktu beberapa bulan. Tapi, "Pengaruh ke penjualan akan ada dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan. Cuma, dampaknya seberapa kami belum tahu," katanya, Rabu (15/5).

Meski begitu, pabrikan otomotif yang tergabung dalam Gaikindo belum merevisi target penjualan mobil untuk tahun ini. Asal tahu saja, tahun ini, Gaikindo mematok target penjualan mobil sebesar 1,1 juta unit atau sama dengan penjualan tahun 2012.


Keyakinan ini terpancar setelah melihat kejadian saat kenaikan BBM di 2005. Kala itu, kenaikan BBM bisa mencapai 100% dan penjualan mobil langsung turun. Tapi, penurunan penjualan mobil hanya terjadi dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan. Setelah itu, penjualan mobil kembali pulih. "Kalau kenaikan premium mencapai Rp 6.500, dampaknya tidak sebesar tahun 2005 atau 2006," tutur Sudirman. .

Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) mengamini pendapat Sudirman. Petinggi Toyota  Astra ini justru berharap pemerintah dapat mempercepat kenaikan harga BBM. Bila terus menunda justru akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Memang dampaknya ke penjualan mobil, tapi itu tak akan lama," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsyah memperkirakan, kenaikan BBM justru akan mendongkrak penjualan mobil yang hemat energi. Khusus untuk produk Mitsubishi adalah Mirage. "Konsumen akan cenderung memilih mobil yang lebih hemat bahan bakar," ujarnya.

Dari Januari-Maret 2013, Mitsubishi Mirage sudah terjual 1.237 unit dan memberi kontribusi 3,13% dari total penjualan Mitsubishi di periode yang sama sebanyak 39.575 unit.

Rencana kenaikan BBM subsidi ini juga tidak menyurutkan niat PT Astra Daihatsu Motor untuk terus melansir produk baru. Salah satunya adalah dengan kehadiran Daihatsu Xenia terbaru dengan fitur tambahan berupa kantong udara ganda (dual airbags) dan tempat duduk yang lebih ergonomis.

Astra Daihatsu jelas sangat berkepentingan dengan tambahan fitur ini. Sebab, pasar di segmen multi purpose vehicle (MPV) yang gemuk menarik lebih banyak pemain yang masuk.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor optimistis, adanya Xenia terbaru ini membuat Astra Daihatsu berani merevisi target penjualan justru naik 4,85% dari 165.000 unit menjadi 173.000 unit sampai akhir tahun ini.

Amelia optimistis, Daihatsu Xenia masih tetap menjadi tulang punggung Astra Daihatsu. Ia menargetkan penjualan Xenia bakal terdongkrak dari sekitar 6.000 unit per bulan bisa menjadi 7.000 unit per bulan. Apalagi, Astra Daihatsu melego Xenia dengan rentang yang panjang, antara Rp 137 juta sampai Rp 189 juta. "Bila BBM subsidi naik, masyarakat akan menyesuaikan pola hidup dan konsumsi. Orang akan tetap beli mobil dan imbasnya akan mengurangi biaya gaya hidup," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon