JAKARTA. Meski dibayangi isu kenaikan harga rokok, namun produsen rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) masih membukukan peningkatan penjualan. Dalam laporan keuangan kuartal III-2016 yang dirilis Senin (31/10), RMBA mencatatkan penjualan sebesar Rp 14,3 triliun, naik 17,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,2 triliun. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga bertambah seiring kenaikan penjualan. Pada periode kuartal III-2016, beban pokok penjualan naik 9% year on year (yoy) dari Rp 1,16 triliun menjadi Rp 12,7 triliun. Namun, Bentoel masih harus mencatakan kerugian bersih sebesar Rp 1,63 triliun per akhir triwulan ketiga 2016. Nilai kerugian lebih besar dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu yang hanya Rp 1,16 triliun.
Penjualan naik, RMBA masih merugi
JAKARTA. Meski dibayangi isu kenaikan harga rokok, namun produsen rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) masih membukukan peningkatan penjualan. Dalam laporan keuangan kuartal III-2016 yang dirilis Senin (31/10), RMBA mencatatkan penjualan sebesar Rp 14,3 triliun, naik 17,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,2 triliun. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga bertambah seiring kenaikan penjualan. Pada periode kuartal III-2016, beban pokok penjualan naik 9% year on year (yoy) dari Rp 1,16 triliun menjadi Rp 12,7 triliun. Namun, Bentoel masih harus mencatakan kerugian bersih sebesar Rp 1,63 triliun per akhir triwulan ketiga 2016. Nilai kerugian lebih besar dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu yang hanya Rp 1,16 triliun.