Penjualan ORI022 di Modalku Didominasi Generasi Milenial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI022 akan berakhir hari ini, Kamis (20/10). Melihat data di laman Investree pagi ini pukul 8.00 WIB, penjualan ORI022 telah mencapai Rp 12,70 triliun. Adapun, target awal pemerintah untuk penjualan mencapai Rp 14 triliun.

Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap ORI022 terbilang masih baik. Investor masih antusias untuk berinvestasi di instrumen ini karena terjangkau dan dijamin oleh negara. Minimal pembelian ORI022 adalah per satu unit, Rp 1 juta dengan imbal hasil 5,95% per tahun. 

"Modalku telah dipercaya menjadi mitra distribusi ORI022. Saat ini, fokus utama kami bukanlah terhadap target penjualan, namun bagaimana kami bisa berkontribusi untuk membangun perekonomian Indonesia," kata Reynold kepada Kontan.co.id, Rabu (19/10). 


Baca Juga: BRI Catatkan Penjualan ORI022 Rp 1,01 Triliun

Reynold berharap agar hasil penjualan ORI022 bisa memperdalam inklusi keuangan di Indonesia. Reynold meyakini bahwa potensi penjualan seri SBN ritel berikutnya masih sangat besar. Ini karena produk SBN memiliki risiko yang lebih rendah serta aman dijamin 100% oleh negara. 

Selain itu, penjualan dari produk SBN ritel dapat dengan mudah diakses yang tentu berpengaruh terhadap alasan bagi masyarakat Indonesia untuk membeli produk sejenis sebagai alternatif investasi. 

Reynold mengatakan profil investor yang telah melakukan pembelian terhadap seri ORI022 melalui Modalku sebagai mitra distribusi sangat variatif, namun masih didominasi oleh generasi milenial. 

Baca Juga: Hasil Penjualan ORI022 Diproyeksi Sesuai Target Mitra

Hal ini disebabkan oleh kemudahan akses dan transaksi, seperti proses pemesanan yang dapat dilakukan secara online serta pembayaran yang dapat dilakukan melalui virtual account maupun Tokopedia. 

"Para investor milenial telah memiliki budaya dan kesadaran akan manfaat investasi ke depan dengan adanya  edukasi finansial," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati