KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029, tercatat belum memenuhi target pemerintah. Hingga penutupan masa penawaran, penjualan ORI029 masih menyisakan kuota cukup besar, terutama pada tenor panjang. Mengutip data platform investasi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), tercatat penawaran yang masuk hingga penutupan baru mencapai Rp 14,478 triliun atau sekitar 57,9% dari target penghimpunan dana Rp 25 triliun.
Dengan begitu, penjualan ORI029 secara total masih tersisa Rp 10,522 triliun dari kuota yang disediakan.
Baca Juga: Obligasi dan Sukuk ISSP Senilai Rp 500,6 Miliar Jatuh Tempo pada April 2026 Jika diperinci, ORI029-T3 masih tersisa sekitar 26,78% atau setara dengan Rp 4,017 triliun dan ORI029-T6 masih tersisa 65,05% atau Rp 6,505 triliun. Menanggapi kondisi tersebut, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, menyampaikan bahwa capaian penjualan ORI029 sejatinya masih sejalan dengan ekspektasi awal perusahaan selaku salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). “Sebagai gambaran, sesuai dengan ekspektasi awal kami, bahwa produk T3 lebih diminati dengan porsi sekitar 75% dan T6 dengan porsi 25% oleh para investor. Secara jumlah, angkanya cukup menggembirakan di tengah dinamika pasar modal Indonesia,” ujar William kepada Kontan, Jumat (20/2/2026). William menjelaskan, sebaran minat investor terhadap setiap penerbitan SBN ritel memang sangat beragam. Sebagian investor merupakan pembeli SBN pertama, sementara sebagian lainnya sudah memiliki SBN dalam portofolio dan mulai mencoba instrumen dengan profil risiko lebih agresif, seperti saham. Menurutnya, dinamika pasar nasional dan global turut mempengaruhi proyeksi dan keputusan investasi masyarakat terhadap produk SBN. Meski demikian, ia menilai tingkat kepercayaan dan minat masyarakat terhadap SBN secara umum masih cukup tinggi. Kendati di awal tahun minat investor terhadap SBN ritel masih belum begitu deras, ke depan William optimistis penerbitan SBN, baik konvensional maupun syariah, tetap akan diserap dengan baik oleh investor.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat Tipis 0,04% ke Rp 16.888 per Dolar AS pada Jumat (20/2) “Kami melihat bahwa ke depannya, penerbitan SBN konvensional dan syariah akan diserap oleh masyarakat yang punya preferensi berbeda. Terlebih, dua tipe produk (
floating with floor dan
fixed) memberikan opsi bagi investor untuk meraih
passive income yang aman setiap bulan,” pungkasnya. Untuk diketahui ORI029 merupakan SBN ritel pertama yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan di tahun ini dengan masa penawaran mulai 26 Januari–19 Februari 2026. Bagi tenor tiga tahun, ORI029T3 menawarkan kupon sebesar 5,45% per tahun, sementara ORI029T6 dengan tenor enam tahun memberikan kupon lebih tinggi sebesar 5,80% per tahun.
Selain ORI029, pemerintah juga akan menerbitkan tujuh seri SBN ritel lain di sepanjang 2026, mulai dari: SR024 pada 6 Maret–15 April 2026, ST016 pada 8 Mei–3 Juni 2026, ORI030 pada 6–30 Juli 2026, SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026, SWR007 pada 4 September–21 Oktober 2026, SBR015 pada 28 September–22 Oktober 2026, serta ST017 pada 6 November–2 Desember 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News