Penjualan Pakuwon Jati tahun ini bisa stagnan



JAKARTA. Tahun ini, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melihat, tantangan di industri properti masih cukup berat. Pengembang properti ini memperkirakan, pra penjualan atau marketing sales pada tahun ini stagnan.

Minarto Basuki, Direktur Keuangan PWON mengatakan, target marketing sales sepanjang tahun ini masih sama dengan proyeksi tahun lalu. "Tahun ini, kami menargetkan sebesar Rp 3,1 triliun," kata dia kepada KONTAN, Jumat (15/1).

Sepanjang tahun lalu, PWON juga mencatat marketing sales sebesar Rp 3,1 triliun. Sebagian besar marketing sales berasal dari proyek landed house (rumah tapak), yakni hingga 52% atau senilai Rp 1,6 triliun. Sedangkan proyek kondominium menyumbang porsi marketing sales sebesar 48%.


Adapun proyek landed house yang menyumbang marketing sales PWON pada tahun 2015 adalah Pakuwon City dan Grand Pakuwon. Kedua proyek ini terletak di Surabaya. Sementara proyek kondominium yang sudah menyumbangkan marketing sales berlokasi di Kota Kasablanka Jakarta dan Tunjungan Plaza Surabaya.

Sebelumnya, Minarto juga mengemukakan sebagian besar target marketing sales pada tahun ini masih akan dibidik dari proyek landed house. Di Grand Pakuwon, perseroan berencana meluncurkan satu atau dua kluster baru yang akan mendukung target pra penjualan sepanjang tahun ini.

Minarto bilang, saat ini Grand Pakuwon memiliki luas lahan 160 hektare (ha). Dari jumlah itu, sekitar 30 ha di antaranya baru diakuisisi pada tahun lalu.

Sementara di kawasan tersebut perseroan telah meluncurkan tiga kluster perumahan yang menyasar kelas menengah ke atas. Satu kluster memiliki luas sekitar 15 ha.

Sementara belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini akan dianggarkan lebih tinggi daripada alokasi belanja modal yang ditetapkan pada tahun lalu, yakni Rp 2,1 triliun. Manajemen Pakuwon akan menggunakan belanja modal tersebut untuk menggarap proyek-proyek eksisting dan akuisisi lahan baru.

Sumber belanja modal tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Minarto mengemukakan, saat ini manajemen PWON masih memiliki sisa pinjaman sindikasi senilai Rp 1,2 triliun, yang diperoleh pada tahun lalu dari sindikasi Bank Mandiri dan Bank Central Asia.

Pada kuartal ketiga tahun lalu, PWON membukukan pendapatan senilai Rp 3,56 triliun. Jumlah tersebut meningkat 31% dibandingkan pendapatan pada kuartal ketiga tahun sebelumnya yang senilai Rp 2,72 triliun.

Sedangkan laba bersih menyusut 11% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,17 triliun.

Harga saham PWON pada perdagangan Jumat (15/1) ditutup menyusut 1,88% menjadi Rp 469 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan