Penjualan Panca Budi Idaman (PBID) Turun Tipis 0,95% Jadi Rp 5,19 Triliun pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) mengantongi penjualan bersih senilai Rp 5,19 triliun sepanjang tahun 2025. Penjualan PBID menyusut tipis 0,95% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan raihan Rp 5,24 triliun pada tahun sebelumnya.

Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/3/2026), penjualan bersih PBID pada tahun 2025 bersumber dari penjualan kemasan plastik senilai Rp 3,44 triliun, biji plastik senilai Rp 1,41 triliun dan pendapatan dari segmen lain-lain sebesar Rp 332,67 miliar.

Dari sisi pemasaran, PBID masih mengandalkan pasar dalam negeri. Penjualan lokal PBID kepada pihak ketiga tercatat senilai Rp 4,58 triliun dan kepada pihak berelasi sebesar Rp 461,07 miliar. Sedangkan penjualan ekspor berkontribusi sebesar Rp 147,47 miliar. 


Baca Juga: Perprindo Memprediksi Penjualan Alat Elektronik Turun 20% di Kuartal I, Ini Sebabnya

Ketika penjualan melandai, beban pokok penjualan PBID justru naik tipis 0,95% (yoy) menjadi Rp 4,23 triliun. Hasil ini memangkas laba bruto PBID sebanyak 9,42% (yoy) dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 952,10 miliar pada 2025.

Pada saat yang sama, beban penjualan PBID meningkat 1,88% (yoy) menjadi Rp 228,06 miliar. Beban umum dan administrasi PBID juga naik 5,07% (yoy) menjadi Rp 241,34 miliar.

Meski pendapatan lain-lain meningkat 47,86% (yoy) menjadi Rp 23,23 miliar, namun belum bisa mendongkrak laba usaha PBID. Perolehan laba usaha PBID tahun lalu menyusut 17,51% (yoy) dari Rp 613,35 miliar menjadi Rp 505,93 miliar.

PBID pun membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 402,38 miliar pada akhir 2025. Laba PBID mengalami penurunan 17,40% (yoy) dibandingkan raihan Rp 487,17 miliar pada tahun 2024.

Baca Juga: PLN Kantongi 84 Juta Ton Batubara, Cukup hingga Agustus 2026

Secara bottom line, pada tahun 2025 PBID membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 400,58 miliar. Laba bersih PBID merosot 17,40% dibandingkan keuntungan tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 484,97 miliar.

Hasil ini membuat laba bersih per saham PBID turun secara tahunan, dari Rp 64,66 pada 2024 menjadi Rp 53,41 pada tahun 2025. Sementara itu, per 31 Desember 2025, jumlah aset PBID tercatat sebesar Rp 3,48 triliun.

PBID memiliki liabilitas sejumlah Rp 535,64 miliar, dengan ekuitas senilai Rp 2,94 triliun. Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir PBID pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 219,55 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News