Penjualan Pelat Timah Nusantara (NIKL) Naik 21,17% Jadi US$ 255,34 Juta di 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen tinplate, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau yang dikenal dengan Latinusa, mencetak pertumbuhan kinerja selama tahun 2022. Angka penjualan NIKL tumbuh 21,17% dari semula US$ 210,73 juta di tahun 2021 menjadi sebesar US$ 255,34 juta pada tahun lalu.

Direktur Utama Pelat Timah Nusantara (NIKL) Jetrinaldi menyampaikan, realisasi penjualan pada tahun 2022 melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Di tengah fluktuasi kondisi pasar, Latinusa senantiasa konsisten dalam mengoptimalkan diversifikasi segmen pasar yang dilayani," kata Jetrinaldi, dalam Paparn Publik Virtual, Kamis (6/4).


Baca Juga: KADI Mulai Penyelidikan Peninjauan Kembali Pengenaan BMAD Produk Tinplate

Menurut pemaparan Jetrinaldi, NIKL fokus memaksimalkan penjualan pada segmen pasar premium. Salah satu segmen pasar premium yang jadi fokus perseroan yakni produk makanan dan minuman, seperti makanan ringan dan juga susu.

Dengan demikian pada tahun 2022, segmentasi pasar produk NIKL yang paling besar adalah makanan ringan sebesar 29,81%, disusul susu (25,93%), kimia (15,05%), makanan (13,38%) dan cat (11,42%).

Selain itu, NIKL juga memanfaatkan kelanjutan tren kenaikan harga untuk meraih tingkat penjualan yang optimal dalam upaya mendorong tingkat profitabilitas di sepanjang tahun lalu.

"Kami lebih banyak diuntungkan berlanjut dari kondisi 2021 bahwa sampai dengan semester I-2022 pasar sangat ketat. Sehingga dengan kondisi itu kami manfaatkan peluang untuk dapat margin lebih baik. Secara umum adanya kondisi pasar yang menguntungkan dan kami manfaatkan secara baik," jelasnya.

Pada tahun 2022, realisasi produksi mencapai 97% dari sasaran target yang telah ditetapkan.

Latinusa mencatat perolehan laba sebelum pajak sebesar US$ 9,15 juta dibandingkan dengan kinerja tahun 2021 sebesar US$ 11,07 juta.

Namun dengan perhitungan pajak, perolehan laba bersih tahun berjalan NIKL meningkat 21,57% menjadi US$ 7,12 juta dibandingkan US$ 5,86 juta pada tahun 2021.

Baca Juga: Pelat Timah Nusantara (NIKL) Proyeksikan Penjualan Tahun Ini Turun dari 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat