JAKARTA. Tingkat suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang tidak kunjung turun, membuat penjualan perumahan di Sawangan lumpuh layu. Penjualan mereka anjlok hingga 50% akibat tingkat suku bunga KPR masih berada di posisi 13%-14%. Padahal, BI rate sudah berada di posisi 7,75%. Hal ini berdampak bagi pengembang perumahan menengah di Sawangan. Pasalnya sebagian besar konsumen mereka adalah karyawan berpenghasilan sekitar Rp 2,5 juta per bulan. “Akibatnya banyak yang menunggu sampai suku bunga KPR benar-benar kembali normal,” kata Direktur Pengembang Taman Serua Arief Ananda, akhir pekan di Jakarta. Taman Serua sendiri juga merasakan dampak dari tingginya suku bunga KPR. Saat ini mereka hanya sanggup menjual sekitar 14 unit rumah per bulan. Padahal tadinya mereka sanggup menjual sekitar 24 unit per bulan.
Penjualan Perumahan Sawangan Depok Anjlok 50%
JAKARTA. Tingkat suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang tidak kunjung turun, membuat penjualan perumahan di Sawangan lumpuh layu. Penjualan mereka anjlok hingga 50% akibat tingkat suku bunga KPR masih berada di posisi 13%-14%. Padahal, BI rate sudah berada di posisi 7,75%. Hal ini berdampak bagi pengembang perumahan menengah di Sawangan. Pasalnya sebagian besar konsumen mereka adalah karyawan berpenghasilan sekitar Rp 2,5 juta per bulan. “Akibatnya banyak yang menunggu sampai suku bunga KPR benar-benar kembali normal,” kata Direktur Pengembang Taman Serua Arief Ananda, akhir pekan di Jakarta. Taman Serua sendiri juga merasakan dampak dari tingginya suku bunga KPR. Saat ini mereka hanya sanggup menjual sekitar 14 unit rumah per bulan. Padahal tadinya mereka sanggup menjual sekitar 24 unit per bulan.