KONTAN.CO.ID - HAMBURG. Perusahaan barang konsumen asal Jerman, Beiersdorf, melaporkan penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini. Kinerja tersebut tertekan oleh melemahnya pertumbuhan merek andalan mereka, Nivea, serta gangguan pada bisnis ritel perjalanan di China dan department store di Amerika Serikat untuk merek mewah La Prairie. Penjualan Nivea, yang merupakan tulang punggung produk perawatan kulit dan tubuh perusahaan, tercatat turun 7% secara organik. Penurunan ini dipicu oleh ketegangan perdagangan di Eropa serta kondisi pasar massal yang menantang. Baca Juga: 40 Tahun Pascabencana Chornobyl, Para Pembersih Radiasi Masih Menanggung Derita
Penjualan Perusahaan Induk Nivea Turun Efek Ketegangan Perdagangan di Eropa
KONTAN.CO.ID - HAMBURG. Perusahaan barang konsumen asal Jerman, Beiersdorf, melaporkan penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini. Kinerja tersebut tertekan oleh melemahnya pertumbuhan merek andalan mereka, Nivea, serta gangguan pada bisnis ritel perjalanan di China dan department store di Amerika Serikat untuk merek mewah La Prairie. Penjualan Nivea, yang merupakan tulang punggung produk perawatan kulit dan tubuh perusahaan, tercatat turun 7% secara organik. Penurunan ini dipicu oleh ketegangan perdagangan di Eropa serta kondisi pasar massal yang menantang. Baca Juga: 40 Tahun Pascabencana Chornobyl, Para Pembersih Radiasi Masih Menanggung Derita
TAG: