Penjualan Produk Lokal Tembus 4 Miliar, Shopee Terus Dorong Pertumbuhan UMKM



KONTAN.CO.ID - Shopee Indonesia terus berkomitmen mendukung kemajuan produk lokal. Melalui kanal Shopee Pilih Lokal, lebih dari 4 miliar produk telah terjual sejak 2022. Hal ini membuktikan besarnya peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha domestik di ekosistem digital.

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif untuk membantu pelaku usaha lokal berkembang. Sepanjang semester I-2026, Shopee telah menyalurkan dukungan senilai


lebih dari Rp100 miliar untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal sekaligus memperluas jangkauan produk dalam negeri kepada konsumen.

Capaian tersebut mencerminkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui ekosistem digital. Selain mempermudah akses pasar di berbagai wilayah Indonesia, platform digital juga membuka kesempatan bagi brand lokal untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di luar negeri.

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan, produk lokal memiliki potensi pasar yang luas, termasuk di pasar internasional. Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendapatkan dukungan agar dapat terus berkembang dan meningkatkan daya saing.

"Ada 90 juta produk lokal berhasil menjangkau negara Asia Tenggara dan Amerika Latin dan produk lokal punya pasar," ujar Radynal dalam acara Peluncuran ASN Gemar Belanja Lokal dan Semangat Baru Shopee Pilih Lokal di Gedung Smesco, Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, Shopee berupaya mendukung pelaku usaha lokal agar tidak hanya mampu mempertahankan bisnisnya, tetapi juga tumbuh dan bersaing dengan produk dari berbagai negara.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kanal Shopee Pilih Lokal, yang memberikan ruang bagi produk dalam negeri untuk semakin dikenal konsumen. Shopee juga menyambut baik inisiatif Kementerian UMKM melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan produk lokal sebagai pilihan belanja.

"Melanjutkan dukungan terhadap pertumbuhan usaha lokal, kami menyambut baik inisiatif Kementerian UMKM untuk menyediakan medium promosi yang dapat menggerakkan minat beli produk lokal melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal yang juga menandai peluncuran Shopee Pilih Lokal," kata Radynal.

Dalam kegiatan tersebut, Shopee menghadirkan booth yang menampilkan 11 brand lokal yang sebelumnya telah menjangkau pasar global melalui Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI.

Brand yang berpartisipasi berasal dari beragam kategori. Dari sektor fesyen, terdapat Damakara, Hulm, Kasual Indonesia, dan Winod. Sementara itu, kategori fesyen muslim diwakili oleh Deenay Scarves dan Zenitha.

Adapun kategori makanan dan minuman diisi oleh Arutala Coffee dan CAU Chocolates, sedangkan produk perawatan tubuh diwakili oleh Freshporia dan Project 1945.

Selama bazar berlangsung, pengunjung juga dapat menikmati promosi khusus melalui Shopee Live serta memanfaatkan voucher diskon untuk bertransaksi.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak lainnya untuk memperkuat pertumbuhan sektor tersebut.

Menurut Temmy, dukungan terhadap UMKM dapat dimulai dari kebiasaan masyarakat dalam memilih produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ketika produk Indonesia menjadi pilihan, kita ikut menciptakan pasar yang lebih kuat bagi pengusaha untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Temmy.

Melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal, pemerintah berharap ASN dapat berperan aktif dalam mendorong permintaan terhadap produk dalam negeri. Dengan semakin luasnya pasar yang tersedia, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya.

Selain memperluas akses pasar, pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu aspek yang dapat membantu UMKM mengelola bisnis secara lebih efektif. Dalam kesempatan tersebut, Temmy turut mengapresiasi inovasi Shopee, termasuk fitur Shopee Live Studio dan Kalkulator Biaya yang mendukung aktivitas penjualan serta membantu penjual memahami komponen biaya di platform digital.

Kalkulator Biaya Shopee memungkinkan penjual melakukan simulasi perhitungan berbagai komponen biaya secara lebih transparan. Perhitungan tersebut mencakup Biaya Administrasi Penjual, Biaya Program Promosi Opsional, serta biaya lainnya.

Melalui fitur ini, penjual dapat memperoleh gambaran estimasi biaya sebelum menetapkan harga jual produk. Kalkulator Biaya dapat diakses melalui Seller Centre dengan memilih menu Keuangan, kemudian Kalkulator.

Sementara itu, Shopee Live Studio merupakan fitur siaran langsung yang dapat diakses melalui Seller Centre tanpa memerlukan aplikasi pihak ketiga. Fitur ini memungkinkan penjual mengatur katalog produk, voucher, hingga banner promosi untuk mendukung kegiatan penjualan melalui live streaming.

Penjual dapat mengakses Shopee Live Studio melalui menu Live & Video, kemudian memilih Shopee Live Studio di Seller Centre.

Radynal mengatakan, kedua fitur tersebut dihadirkan untuk membantu pelaku UMKM menyesuaikan strategi bisnis dengan kebutuhan konsumen di ekosistem digital yang terus berkembang.

"Melalui fitur Kalkulator Biaya, penjual dapat memahami estimasi biaya dengan lebih transparan, sementara Shopee Live Studio menghadirkan ruang kreatif bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas konten live streaming untuk menjangkau lebih banyak konsumen," tutur Radynal.

Lewat pemanfaatan fitur digital, dukungan promosi, dan perluasan akses pasar, Shopee berupaya mendorong para pelaku UMKM lokal agar mampu mengembangkan bisnis serta meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News