Penjualan Rumah Baru AS Naik, Suku Bunga Hipotek Masih Membebani Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan rumah keluarga tunggal (single-family homes) baru di Amerika Serikat (AS) kembali meningkat pada Juni 2026 setelah melemah selama dua bulan berturut-turut.

Namun, kenaikan suku bunga hipotek dan tingginya biaya pembiayaan masih menjadi tantangan utama yang membatasi pemulihan pasar perumahan.

Biro Sensus di bawah Departemen Perdagangan AS melaporkan, penjualan rumah baru naik 1,6% secara bulanan menjadi 628.000 unit dalam basis tahunan yang disesuaikan secara musiman.


Realisasi tersebut melampaui proyeksi ekonom yang disurvei Reuters, yakni 610.000 unit.

Baca Juga: Penjualan Rumah Baru di AS Turun, Tertekan Tingginya Suku Bunga Hipotek

Meski membaik dibanding bulan sebelumnya, penjualan rumah baru masih turun 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga median rumah baru juga turun 2,7% secara tahunan menjadi US$ 398.300 pada Juni.

"Suku bunga hipotek yang tinggi masih menjadi hambatan utama pemulihan pasar perumahan AS."

Pasar perumahan AS masih berada di bawah tekanan akibat tingginya biaya pinjaman. Kenaikan suku bunga membuat banyak calon pembeli menunda keputusan membeli rumah meskipun harga rumah mulai sedikit terkoreksi.

Freddie Mac mencatat rata-rata suku bunga hipotek tetap (fixed-rate) tenor 30 tahun naik menjadi 6,58% pada pekan ini, level tertinggi dalam 11 bulan.

Sementara itu, Mortgage Bankers Association melaporkan suku bunga kontrak hipotek 30 tahun mencapai 6,69% pada pekan yang berakhir 17 Juli, juga menjadi level tertinggi dalam hampir satu tahun.

Baca Juga: Penjualan Rumah Bekas di AS Naik, Meski Ada Risiko Inflasi Efek Konflik Timur Tengah

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, suku bunga hipotek telah meningkat sekitar 0,60 poin persentase. Konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat tekanan inflasi.

Tekanan inflasi yang masih tinggi membuat pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga acuan.

Bank sentral AS dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter pekan depan. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut masih sekitar sepertiga, namun pasar hampir sepenuhnya memperkirakan kenaikan akan terjadi pada pertemuan September.

Ekspektasi tersebut telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca Juga: Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga

Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun, yang menjadi acuan penetapan suku bunga hipotek 30 tahun, telah naik sekitar 0,25 poin persentase sepanjang bulan ini dan kini berada di dekat level tertinggi dalam 18 bulan.