Penjualan Rumah Baru di AS Turun, Tertekan Tingginya Suku Bunga Hipotek



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penjualan rumah keluarga tunggal baru di Amerika Serikat mengalami penurunan pada April 2026 seiring memudarnya dorongan dari cuaca yang lebih baik serta masih tingginya suku bunga hipotek.

Departemen Perdagangan AS melalui Biro Sensus melaporkan pada Kamis (28/5/2026) bahwa penjualan rumah baru turun 6,2% menjadi tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 622.000 unit pada bulan lalu.

Sebelumnya, penjualan sempat tertekan akibat badai musim dingin pada Januari sebelum kembali meningkat pada Februari dan Maret ketika suhu udara mulai menghangat.


Penurunan penjualan pada April terutama terjadi di wilayah Timur Laut, Selatan, dan Midwest Amerika Serikat. Sementara itu, wilayah Barat justru mencatat kenaikan penjualan.

Penjualan rumah baru di AS dihitung saat kontrak transaksi ditutup. Segmen ini hanya mencakup sebagian kecil dari total penjualan rumah di Amerika Serikat dan cenderung berfluktuasi dari bulan ke bulan.

Baca Juga: Rusia Mulai Kirim LNG ke Asia Lewat Jalur Laut Utara Lebih Awal

Secara tahunan, penjualan rumah baru pada April tercatat turun 11,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar perumahan AS masih menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga hipotek. Suku bunga sempat menurun pada awal tahun setelah lembaga pembiayaan perumahan Freddie Mac dan Fannie Mae memperluas pembelian surat berharga berbasis hipotek atau mortgage-backed securities.

Namun, kondisi berbalik setelah Amerika Serikat dan Israel memulai perang dengan Iran pada akhir Februari, yang kembali mendorong kenaikan tingkat bunga pinjaman perumahan.

Data Freddie Mac menunjukkan rata-rata suku bunga hipotek tetap tenor 30 tahun naik dari 5,98% pada akhir Februari menjadi 6,46% pada awal April. Angka tersebut sempat berada di level rata-rata 6,30% pada akhir April dan kembali naik menjadi 6,51% pada pekan lalu.

Di tengah penurunan penjualan, persediaan rumah baru meningkat menjadi 489.000 unit pada April, dibandingkan 481.000 unit pada Maret.

Kelebihan pasokan rumah baru di pasar juga menghambat kemampuan pengembang untuk secara agresif memulai proyek pembangunan rumah keluarga tunggal baru.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Tekan Bursa Global, Harga Minyak Melonjak

Pemerintah AS pada pekan lalu juga melaporkan bahwa pembangunan rumah keluarga tunggal baru serta izin mendirikan bangunan mengalami penurunan pada April.

Investasi sektor residensial, yang mencakup pembangunan rumah dan penjualan melalui komisi broker, tercatat mengalami kontraksi selama lima kuartal berturut-turut.

Dengan laju penjualan saat ini, dibutuhkan sekitar 9,4 bulan untuk menghabiskan pasokan rumah baru yang tersedia di pasar, meningkat dibandingkan 8,7 bulan pada Maret.

Sementara itu, harga median rumah baru naik 2,2% secara tahunan menjadi US$ 422.500 pada April 2026. Sebagian besar rumah yang terjual pada April berada pada kisaran harga US$ 300.000 hingga US$ 799.999.