KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kontrak pembelian rumah bekas di Amerika Serikat naik tak terduga pada Februari, seiring turunnya suku bunga hipotek. Meski kenaikan lebih lanjut akan terbatas akibat perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Indeks penjualan rumah yang sedang dalam proses (pending home sales index) naik 1,8% menjadi 72,1 pada bulan lalu, menurut National Association of Realtors (NAR). Sebelumnya, para ekonom memprediksi kontrak akan turun 0,5%. Kenaikan tercatat di wilayah Barat, Selatan yang padat penduduk, dan Midwest, sementara di Timur Laut justru menurun. Dibandingkan tahun lalu, penjualan rumah tertunda turun 0,8%.
Penjualan Rumah Bekas di AS Naik, Meski Ada Risiko Inflasi Efek Konflik Timur Tengah
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kontrak pembelian rumah bekas di Amerika Serikat naik tak terduga pada Februari, seiring turunnya suku bunga hipotek. Meski kenaikan lebih lanjut akan terbatas akibat perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Indeks penjualan rumah yang sedang dalam proses (pending home sales index) naik 1,8% menjadi 72,1 pada bulan lalu, menurut National Association of Realtors (NAR). Sebelumnya, para ekonom memprediksi kontrak akan turun 0,5%. Kenaikan tercatat di wilayah Barat, Selatan yang padat penduduk, dan Midwest, sementara di Timur Laut justru menurun. Dibandingkan tahun lalu, penjualan rumah tertunda turun 0,8%.
TAG:
- Donald Trump
- inflasi AS
- Kontrak pembelian rumah AS
- Penjualan rumah bekas AS
- Suku bunga hipotek AS
- Pasar properti Amerika Serikat
- Harga minyak dan hipotek
- National Association of Realtors (NAR)
- Lawrence Yun
- Keterjangkauan rumah AS
- Kebijakan Donald Trump properti
- Biaya konstruksi AS
- Kekurangan tenaga kerja konstruksi AS
- Pending home sales index