Penjualan Salim Ivomas Pratama (SIMP) Turun 10% menjadi Rp 16 Triliun di Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan penurunan penjualan sebesar 10% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 16 triliun selama tahun 2023. 

Mengutip laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, sepanjang 2023, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti SIMP mencapai 2,78 juta ton atau turun 1% yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk produksi Crude Palm Oil (CPO) turun 4% yoy menjadi 708.000 ton. 

Direktur Utama Grup PT Salim Ivomas Pratama Tbk Mark Wakeford mengatakan, penurunan penjualan di tahun lalu disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata produk sawit dan produk Minyak & Lemak Nabati (EOF), yang sebagian diimbangi oleh kenaikan volume penjualan produk sawit dan produk EOF bermerek. 


“Sektor agribisnis pada tahun 2023 masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak cuaca dan harga komoditas yang turun,” ungkap Mark, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/2).

Baca Juga: Semester I-2023, Laba Bersih Salim Ivomas Pratama (SIMP) Turun Hingga 80,38%

Menurutnya, penurunan produksi TBS inti SIMP pada tahun lalu dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kegiatan peremajaan kelapa sawit. 

SIMP membukukan laba bruto sebesar Rp 3,36 triliun, laba usaha Rp1,93 triliun dan core profit Rp1,17 triliun. Rasio pengungkit neto (net gearing) Grup SIMP pada 31 Desember 2023 membaik menjadi 0,16x dibandingkan 0,26x pada 31 Desember 2022. 

Untuk ke depannya, SIMP akan tetap fokus memprioritaskan belanja modal terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur yang penting, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas serta pengelolaan kegiatan operasi secara berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi