Penjualan SBR015 Berpeluang Melonjak Jelang Penutupan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR015 berpeluang meningkat signifikan menjelang berakhirnya masa penawaran. Mitra distribusi melihat pola lonjakan penjualan pada pekan terakhir seperti yang terjadi pada seri SBR sebelumnya masih berpotensi terulang.

Berdasarkan transaksi di mitra distribusi Bareksa per Senin (5/10/2026) pukul 16.35 WIB, investor masih lebih banyak menyerap SBR015 tenor 2 tahun dibandingkan tenor 4 tahun. Penjualan SBR015 tenor 2 tahun telah mencapai 16,74% dari kuota nasional Rp 15 triliun.

Sementara itu, SBR015 tenor 4 tahun baru mencatatkan penjualan sebesar 5,97% dari kuota nasional Rp 5 triliun. Dengan demikian, penyerapan tenor 2 tahun di Bareksa tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan tenor 4 tahun.


Baca Juga: Penjualan SBR015 Setelah Sepekan Telah Laku 11% dari Target Rp 20 Triliun

Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengatakan, penjualan SBR015 masih berpeluang mengalami akselerasi pada pekan-pekan berikutnya. Hal ini mengacu pada pola penjualan SBR013 dan SBR014 yang mengalami lonjakan menjelang masa penawaran berakhir.

"Pada SBR013 dan SBR014, serapan nasional melonjak di lima hari terakhir, dari sekitar 60%-70% menjadi 97%-99% saat penutupan," kata Ni Putu kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Menurut Ni Putu, pola tersebut memberikan ruang bagi SBR015 untuk meningkatkan penyerapan hingga akhir masa penawaran. Terlebih, SBR015 masih menawarkan tingkat imbal hasil yang kompetitif bagi investor.

Untuk diketahui, SBR015 menawarkan imbal hasil awal sebesar 6,75% untuk tenor 2 tahun dan 6,85% untuk tenor 4 tahun. Tingkat imbal hasil tersebut merupakan yang tertinggi untuk seri SBR sejak 2020.

Baca Juga: OJK Susun Aturan Turunan BMKS, Fokus pada Aspek Teknis

"Dengan kupon kompetitif dan yield yang masih menarik, SBR015 punya peluang baik mendekati target pemerintah bila lonjakan di pekan terakhir terulang," ujarnya.

Adapun pemerintah menetapkan target penerbitan SBR015 sebesar Rp 20 triliun. Hingga sepekan masa penawaran, penjualan SBR015 secara nasional telah mencapai sekitar Rp 2,3 triliun atau sekitar 11% dari target tersebut.

Dengan masa penawaran yang masih berlangsung hingga 22 Oktober 2026, Bareksa masih melihat peluang penyerapan SBR015 meningkat pada periode berikutnya. Namun, target penerbitan SBR015 kali ini juga lebih besar dibandingkan seri SBR sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News