Penjualan semen Bosowa makin kokoh



JAKARTA. Bosowa Corporation menggeber penjualan semen. Tahun lalu, rata-rata penjualan semen Bosowa mencapai 300.000 ton. Nah, di tahun 2014, Bosowa menargetkan penjualan semen mencapai 400.000 ton atau ada kenaikan sebesar 33,33%.

Erwin Aksa, Chief Executive Officer Bosowa mengatakan, kenaikan penjualan seiring dengan penambahan kapasitas produksi yang dikejar oleh perusahaan sejak beberapa tahunt terakhir.

Asal tahu saja, Desember lalu, Bosowa meresmikan pabrik semen kedua di Maros berkapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun. Dengan begitu, total kapasitas produksi dua pabrik semen di Sulawesi Selatan meningkat 81,81% menjadi 4 juta ton dari sebelumnya 2,2 juta ton per tahun.


Kalau ditambah dengan produksi di pabrik PT Semen Bosowa di Batam, perusahaan itu mampu menghasilkan semen total sebanyak 5,2 juta ton saban tahun.

Erwin melihat, pasar semen di dalam negeri terus tumbuh sehingga ia tak ragu berinvestasi dengan cara ekspansi dengan memperlebar pasar semen. Selama ini, kawasan Indonesia Timur masih menjadi andalan perusahaan untuk berjualan semen. Di wilayah ini, Bosowa mengklaim menguasai 20% pangsa pasar (market share).

Selain di Indonesia Timur, Semen Bosowa juga menjajal pasar di Jawa. Ekspansi ke Pulau Jawa dimulai dengan membangun pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur, sejak tahun 2012 dan diperkirakan konstruksinya akan kelar tahun ini.

Pabrik di Banyuwangi memiliki kapasitas produksi hingga 1,8 juta ton per tahun. Produksi dari pabrik ini akan didistribusikan di wilayah Jawa bagian timur dan Indonesia Timur. "Dari Banyuwangi, kita incar pasar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," ujar Erwin.

Selain di timur Jawa, Bosowa juga akan membangun pabrik semen di Cilegon, Banten. Pabrik dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun itu diharapkan sudah bisa dimulai konstruksinya pada tahun 2014 ini. Saat ini, Erwin bilang, Bosowa Corporation sedang dalam tahap akhir perizinan untuk menggarap proyek senilai Rp 1,5 triliun itu.

Ke depan, Bosowa juga berencana mengincar lahan di Rembang, Jawa Tengah, untuk membangun pabrik semen berkapasitas 1,5 juta ton per tahun. Belum jelas kapan bakal direalisasikan. Tapi, ini merupakan bagian dari rencana besar Bosowa. "Saat ini, pangsa pasar kami di Jawa baru 3% sampai 4%. Kami targetkan nanti bisa mencapai 10%," kata Erwin. n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Fitri Arifenie