Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Tumbuh 4,4% Jadi 15,09 Juta Ton per Mei 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Strategi transformasi bisnis yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai menunjukkan hasil.

Di tengah tantangan industri semen nasional, emiten berkode saham SMGR ini membukukan volume penjualan sebesar 15,09 juta ton sepanjang Januari–Mei 2026, naik 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 14,46 juta ton.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan di pasar domestik yang meningkat 9,6% secara tahunan.


Segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan lonjakan penjualan mencapai 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melesat 88,7% Jadi Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, strategi pengelolaan pasar mikro menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan penjualan perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan industri semen.

"Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri," ujar Vita dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga terus memperluas pasar ekspor untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperbesar kontribusi produk bernilai tambah.

 
SMGR Chart by TradingView

Langkah tersebut diwujudkan melalui ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat setelah fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur, mulai beroperasi.

Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengirimkan 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke pasar Amerika Serikat.

Ekspor tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Putuskan Tebar Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen

Sepanjang 2026, SIG menargetkan total ekspor mencapai 450.000 MT semen tipe khusus ke Amerika Serikat yang akan direalisasikan secara bertahap.

Menurut Vita, perluasan pasar ekspor menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan untuk menjaga ketahanan usaha sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.

"Transformasi bisnis yang dijalankan SIG berhasil menjaga resiliensi bisnis perusahaan di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. SIG akan terus mempertajam strategi transformasi agar tetap adaptif dan kompetitif," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News