Penjualan semen INTP turun tipis



JAKARTA. Kinerja penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun pada Agustus tahun ini. Industri semen diperkirakan masih dalam kondisi over supply hingga akhir tahun ini.

Sekretaris Perusahaan INTP Pigo Pramusakti mengatakan, volume penjualan periode berjalan (year to date) Agustus 2016 sekitar 10,3 juta ton. Angka tersebut turun sekitar 1% dari periode sama tahun lalu mencapai 10,4 juta ton.

"Market share juga turun 1% dari 27% menjadi 26% secara ytd Agustus 2016 ," kata Pigo, Jumat (7/10).


Dengan adanya pemain baru kapasitas produksi nasional kini mencapai 90 juta ton. Akibatnya, hitungan pangsa pasar INTP semakin terhimpit. Tahun lalu dengan produksi INTP berkisar 20 juta-20,5 juta ton dari produksi nasional yang mencapai 78 juta ton, porsi jualan INTP mencapai 26%.

Dengan asumsi produksi INTP tahun ini sebesar 20 juta-20,5 juta ton dan kapasitas produksi nasional mencapai 90 juta ton, maka pangsa pasar INTP juga turun menjadi 22%. "Tahun ini kapasitas kita relatif diturunkan, karena beberapa pabrikan lain nambah kapasitas," papar Pigo.

Secara volume nasional penjualan semen naik tipis 3,9% menjadi 39 juta ton dari tahun lalu sejumlah 37 juta ton. Namun, penjualan di beberapa daerah malah turun seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan.

Pigo mengatakan pertumbuhan permintaan dalam tiga tahun terakhir ini memang masih di bawah rata-rata sekitar 1,8%-4%. Sedangkan ekspektasi dari pelaku industri mencapai 7%. Makanya, Pigo belum bisa memprediksi pertumbuhan penjualan semen INTP hingga akhir tahun ini.

Yang jelas, lanjutnya, volume ekspor INTP hingga akhir tahun ini kemungkinan akan meningkat drastis mencapai 500.000 ton dari tahun lalu sekiar 175.000- 200.000 ton. Adapun negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Bangladesh dan beberapa negara Asia.

Sebelumnya, di awal 2016, INTP hanya menargetkan volume penjualan semen tumbuh 3%-5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini