Penjualan Semen Tahun Ini Melambat



JAKARTA. Penjualan semen tahun ini tampaknya mulai melambat. Buktinya: sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan semen hanya mampu tumbuh kurang dari 10%.

Menilik data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di dalam negeri selama sembilan bulan pertama tahun ini hanya 41,5 juta ton, tumbuh 5,3% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, selama Januari sampai September 2012, penjualan semen nasional mampu tumbuh 15%. Kala itu, penjualan semen pada periode tersebut mencapai 39,4 juta ton.

Ketua ASI Widodo Santoso mengatakan, tren pelambatan pertumbuhan penjualan semen sampai kuartal III 2013 ini tak lepas dari volume konsumsi yang sudah lumayan tinggi pada tahun lalu. "Sehingga tahun ini angka pembandingnya juga cukup tinggi," katanya belum lama ini.


Widodo mengakui, pada tahun lalu, tren penjualan semen melonjak tinggi lantaran pertumbuhan permintaan baik ritel maupun untuk proyek besar jauh lebih tinggi ketimbang tahun 2011. Meski begitu, ia bilang, secara volume, permintaan semen tetap tumbuh dari tahun ke tahun.

Kenaikan permintaan semen, kata Widodo, terutama menjelang akhir tahun akan lebih banyak yang berasal dari proyek-proyek besar milik pemerintah. Namun, "Sebagian besar masih dalam bentuk semen kemasan," jelasnya.

Sementara itu, jika dilihat dari peta penyebarannya, selama sembilan bulan pertama tahun ini, pertumbuhan penjualan semen tertinggi di pasar domestik terjadi di kepulauan Nusa Tenggara. Widodo bilang penjualan semen di wilayah ini selama Januari hingga September tumbuh 8,6% menjadi 2,4 juta ton.

Sedangkan penjualan semen di Jawa dan Kalimantan masing-masing hanya tumbuh 7,1% sepanjang Januari - September 2013. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan semen di Jawa mencapai 23,3 juta ton. Sedangkan di Kalimantan, konsumsinya mencapai 3,1 juta ton.

Tapi pertumbuhan penjualan semen di beberapa daerah masih jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 7%. Antara lain di Sulawesi yang naik 3,3% dan Sumatra yang cuma tumbuh 1%. Bahkan, permintaan semen di Maluku dan Papua justru minus 1,5%.

Meski pasar semen dalam negeri melambat, namun produsen semen BUMN PT Semen Indonesia Tbk masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan 14,3% sejak awal tahun hingga kuartal III-2013. Sepanjang Januari hingga September 2013, penjualan Semen Indonesia di pasar domestik mencapai 18,2 juta ton. Angka penjualan ini tumbuh 14,46% dari periode yang sama tahun 2012 yang sebanyak 15,9 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi