KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Eka Selaras Tbk (
ERAL) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 6,49 triliun, meningkat 34,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh penguatan fondasi bisnis melalui pengelolaan operasional yang disiplin, ekspansi portofolio brand global serta peningkatan relevansi produk yang selaras dengan tren gaya hidup konsumen Indonesia. CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menyampaikan bahwa pencapaian ERAL sepanjang 2025 didukung oleh strategi perusahaan dalam memperkuat portofolio brand global serta memperluas kategori produk yang semakin relevan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia.
“Kami juga terus menjaga disiplin dalam eksekusi operasional dan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Djohan, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Strategi Sinar Eka Selaras (ERAL) 2026: Ekspansi Gencar, Tapi Ada Tekanan Margin? Dari sisi struktur bisnis, ERAL terus menunjukkan perkembangan menuju portofolio yang lebih terdiversifikasi melalui tiga kategori utama yaitu
Smart, Active, dan
Lifestyle. Kategori Smart yang mencakup produk berbasis teknologi dan IoT masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan, mencapai Rp4,4 triliun atau 67% dari total penjualan.
Sementara itu, pertumbuhan penjualan sebesar 96% secara YoY juga tercatat pada kategori
active yang berfokus pada kebutuhan gaya hidup aktif seperti
sportswear dan peralatan olahraga. Kemudian untuk kategori Lifestyle yang mencakup pengembangan ekosistem gaya hidup termasuk kendaraan listrik, tumbuh signifikan sebesar 173% YoY.
“Pertumbuhan ini turut meningkatkan kontribusi kedua kategori tersebut terhadap total pendapatan, seiring dengan ekspansi portofolio brand dan meningkatnya relevansi produk dengan tren gaya hidup konsumen,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio, sepanjang 2025 ERAL terus menghadirkan brand global baru, termasuk ANTA dan Wilson di kategori Active. Langkah ini memperkaya pilihan produk bagi konsumen sekaligus memperkuat posisi Perseroan di pasar ritel gaya hidup.
Menurut Djohan, komposisi ini menunjukkan pergeseran menuju portofolio bisnis yang lebih seimbang. Di mana, kategori di luar Smart mulai berperan sebagai pendorong pertumbuhan baru bagi ERAL. Hingga akhir Desember 2025, Perseroan telah mengoperasikan 205 jaringan ritel
di berbagai kota di Indonesia. Sebanyak 160 toko berada di Jawa dan Bali, sementara 45 toko di luar Jawa dan Bali.
Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Pacu Penambahan Gerai Baru pada Sisa Tahun 2025 Di sisi lain, langkah ekspansi ke kategori kendaraan listrik melalui kemitraan strategis sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) XPENG juga mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Kehadiran XPENG tidak hanya memperluas cakupan bisnis ERAL, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam membangun ekosistem gaya hidup berbasis teknologi yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Hingga akhir Desember 2025, ERAL tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 169,03 miliar. Laba ERAL turun 16,09% dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai Rp 201,45 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News