Penjualan SMSM Naik 6,74% hingga September 2026, Pasar Domestik Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,74% secara tahunan menjadi Rp 4,18 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan di pasar domestik yang melaju lebih tinggi dibandingkan pasar ekspor.

Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengatakan, penjualan domestik perseroan meningkat 16,21% menjadi Rp 1,59 triliun hingga September 2026. Sementara itu, penjualan ekspor tumbuh 1,64% menjadi Rp 2,59 triliun.

"Pertumbuhan domestik antara lain didukung oleh penguatan jaringan distribusi dan peningkatan permintaan dari segmen kendaraan komersial," ujar Ang Andri dalam keterangannya kepada KONTAN, Rabu (4/11/2026).


Baca Juga: PGE (PGEO) Pacu Ekspansi Panas Bumi, Bidik Kapasitas 1 GW pada 2028

Dari sisi kontribusi, pasar ekspor masih menjadi penopang utama pendapatan SMSM dengan porsi sekitar 62% terhadap total penjualan. Sementara itu, pasar aftermarket berkontribusi sekitar 85% terhadap penjualan perseroan.

Ang Andri menjelaskan, permintaan produk SMSM masih relatif terjaga, terutama dari pasar aftermarket. Adapun permintaan dari pelanggan original equipment manufacturer (OEM) mengikuti perkembangan produksi kendaraan dan kebutuhan masing-masing pelanggan.

Berdasarkan lini produk, penjualan filter masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 2,99 triliun, tumbuh 1,44% secara year on year (yoy). Sementara itu, penjualan radiator meningkat 5,81% menjadi Rp 489 miliar.

Segmen distribusi juga mencatatkan pertumbuhan 14,43% menjadi Rp 1,42 triliun. Adapun segmen karoseri meningkat 40,54% menjadi Rp 157 miliar.

Ke depan, SMSM akan melanjutkan penguatan jaringan distribusi domestik, termasuk pengembangan cabang di berbagai wilayah. Perusahaan ini juga berupaya memperluas penetrasi pasar ekspor serta mengembangkan variasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dari sisi produksi, tingkat utilisasi kapasitas SMSM saat ini berada di kisaran 70%. Dengan kapasitas yang masih tersedia, perseroan berfokus mengoptimalkan fasilitas produksi yang ada, meningkatkan produktivitas, serta menjaga efisiensi operasional dan kualitas produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News