Penjualan SR024 Baru 30% dari Target, Ini Faktor yang Menahan Minat Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran sukuk ritel SR024 telah berlangsung sepekan. Berdasarkan aplikasi Bareksa, SR024-T3 dengan tenor 3 tahun telah terjual 33,56% dari target Rp 10 triliun, sementara SR024-T5 dengan tenor 5 tahun mencapai 32,78% dari target Rp 5 triliun per Jumat (13/3/2026).

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penjualan SR024-T3 dan SR024-T5 pada minggu pertama belum begitu kuat.

"Faktor musiman mempengaruhi minat investor ritel, karena periode bulan puasa meningkatkan permintaan cash dan konsumsi sehingga minat terhadap SR024 tampak menurun," ujar David saat dihubungi Kontan.co.id pada Jumat (13/3/2026).


Baca Juga: Prospek Harga Perak Berpeluang Bertahan di Atas US$ 80 Per Ons Troi

Sejalan dengan itu, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan penawaran SR024 yang bertepatan dengan bulan puasa menjelang lebaran membuat masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan konsumsi lalu menyesuaikan pola investasi setelah lebaran.

Menurut Fikri saat ini investor sedikit menahan diri untuk membeli SR024 karena adanya ekspektasi persentase imbal hasil yang lebih besar di tengah konflik geopolitik. 

"Ada beberapa investor yang berminat membeli SBN ritel tapi di sisi lain untuk investor yang punya pilihan lebih banyak mungkin mereka menahan diri terlebih dahulu pada saat ini," kata Fikri. 

Baca Juga: Penawaran SR024 Telah Berjalan Sepekan, Bibit Optimis Target Penjualan Tercapai

Fikri juga menambahkan, investor yang masuk sekarang lebih kepada investor jangka panjang yang lebih diperuntukkan held maturity (membeli obligasi lalu menahan hingga jatuh tempo).

"Kalau menurut saya kemungkinan penjualannya akan lebih rendah dari target pemerintah, terlepas sukuk maupun konvensional karena volatilitasnya sedang tinggi pada saat ini jadi masyarakatnya cenderung menahan diri," ujar Fikri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News