Penjualan SR025 Capai Rp3,26 Triliun, Respons Investor Cukup Positif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Sukuk Ritel seri SR025 pada pekan pertama menunjukkan respons investor yang cukup positif. Namun, lajunya masih belum menyamai capaian SR024 pada periode yang sama.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (27/8/2026), pada sepekan masa penawaran, SR025 tenor tiga tahun (T3) telah terserap sekitar Rp 2,58 triliun, atau setara 17,2% dari total kuota Rp 15 triliun. Hingga saat ini, masih tersedia kuota sekitar Rp 12,42 triliun atau 82,8%.

Sementara itu, SR025 tenor lima tahun (T5) telah terjual sekitar Rp 680 miliar, atau sekitar 13,6% dari total kuota Rp 5 triliun. Dengan demikian, sisa kuota SR025-T5 mencapai sekitar R p4,32 triliun atau 86,4%.


Baca Juga: Asing Net Sell Saat IHSG Melonjak, Cek Saham yang Banyak Dilepas, Kamis (27/8)

Secara keseluruhan, penjualan SR025 pada pekan pertama mencapai sekitar Rp 3,26 triliun.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan capaian tersebut cukup baik, meski belum menunjukkan penjualan yang sangat kuat.

"Penjualan pada dalam pekan pertama menurut saya cukup baik, tetapi belum dapat disebut berada di atas jalur target Rp20 triliun," kata Josua kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Josua mengatakan capaian SR025 tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan lemahnya permintaan.

"Jadi saya tidak akan menyebut permintaannya lemah, tetapi juga belum bisa disebut sangat kuat," ujarnya.

Hal tersebut tercermin dari perkembangan penjualan dua seri sebelumnya. SR023 yang mengawali masa penawaran dengan penjualan sekitar Rp 2,05 triliun pada pekan pertama, pada akhirnya menghimpun Rp 18,73 triliun.

Sementara itu, SR024 yang membukukan penjualan awal lebih tinggi sekitar Rp 4,8 triliun, mencatat penghimpunan akhir sebesar Rp 17,49 triliun.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa capaian pada awal masa penawaran belum tentu mencerminkan hasil akhir penerbitan SBN ritel. Permintaan masih dapat berubah hingga masa penawaran berakhir.

"Jadi saya tidak akan langsung menyimpulkan bahwa SR025 tertinggal dari target pemerintah karena pemerintah tidak mengumumkan target penjualan mingguan, dan pola pembelian SBN ritel biasanya tidak merata," ujar Josua.

Masa penawaran SR025 masih berlangsung hingga 16 September 2026. Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan SR025, terdiri dari Rp 15 triliun untuk SR025-T3 dan Rp 5 triliun untuk SR025-T5.

Dengan masih tersisanya masa penawaran, perkembangan penjualan pada pekan-pekan berikutnya akan menjadi penentu posisi akhir SR025 dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Baca Juga: Saham yang Didepak dari MSCI Berpotensi Tertekan, Simak Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News