Penjualan SR025 Tenor Lima Tahun Baru 48% dari Target, Tenor 3 Tahun Lebih Diminati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 masih menunjukkan perbedaan minat antara tenor 3 tahun dan 5 tahun. Hingga memasuki pekan terakhir masa penawaran, penjualan tenor 5 tahun masih tertinggal dari tenor 3 tahun.

Berdasarkan data transaksi di mitra distribusi Bibit hingga Rabu (9/9/2026), penjualan SR025 tenor 3 tahun telah mencapai 69,3% atau sekitar Rp 10,4 triliun dari kuota Rp 15 triliun. Sementara itu, penjualan SR025 tenor 5 tahun mencapai 48,1% atau sekitar Rp 2,4 triliun dari kuota Rp 5 triliun.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, penjualan SR025 menunjukkan kinerja yang berbeda antara tenor 3 tahun dan 5 tahun dibandingkan seri SBN ritel sebelumnya.


Baca Juga: Koperasi Merah Putih Dongkrak Penjualan Anak Usaha Selamat Sempurna (SMSM)

“Jika dibandingkan dengan penerbitan seri SBN ritel (SR/ORI) sebelumnya, penjualan SR025-T3 cenderung masih kuat, tetapi penjualan SR025-T5 menurun,” ujar David kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).

Menurut David, minat investor terhadap SR025 tidak hanya dipengaruhi oleh tenor. Selisih yield yang ditawarkan SR025 dengan yield SBN di pasar sekunder selama masa penawaran juga menjadi pertimbangan.

“Penawaran yield SR025-T3 masih berada di atas median pergerakan yield SBN 3 tahun di pasar sekunder (6,68%). Sementara itu, penawaran yield SR025-T5 hampir sama dengan median pergerakan yield SBN 5 tahun di pasar sekunder (6,87%),” jelasnya.

Dengan posisi tersebut, SR025-T3 masih memiliki daya tarik bagi investor karena yield yang ditawarkan berada di atas median yield SBN 3 tahun di pasar sekunder. Sementara pada SR025-T5, selisih yield yang lebih tipis membuat investor memiliki alternatif di pasar sekunder dengan tingkat imbal hasil yang hampir sama.

Selain yield, karakter investor ritel yang cenderung mempertimbangkan kupon turut memengaruhi penjualan SR025, terutama bagi investor konservatif hingga moderat.

“Karakteristik investor ritel biasanya melihat penawaran kupon yang diberikan, sehingga penawaran kupon SR025 masih tetap menarik, khususnya bagi investor konservatif hingga moderate,” katanya.

Di sisi lain, minat sebagian investor ritel yang lebih aktif bertransaksi juga dapat beralih ke pasar saham yang tengah mengalami pemulihan.

Baca Juga: Penjualan Mobil Cetak Rekor, Ini Saham Otomotif Pilihan Analis

“Namun, bagi sebagian ritel yang menyukai trading, diperkirakan sebagian investor beralih berinvestasi di pasar saham, mengingat kondisi pasar saham saat ini sedang mengalami pemulihan,” ujar David.

Meski begitu, permintaan masih berpeluang meningkat menjelang berakhirnya masa penawaran. David mengatakan pola pembelian SBN ritel yang meningkat pada akhir periode dapat membantu mendorong penjualan.

Dengan masa penawaran yang semakin mendekati penutupan, perhatian kini tertuju pada potensi lonjakan permintaan investor, terutama untuk SR025 tenor 5 tahun yang tingkat penyerapannya masih di bawah tenor 3 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News